Puji Polwan Aceh, Kapolri mengaku tak sanggup beli jilbab

Polwan Berjilbab di Polda Metro Jaya. ©2013 merdeka.com/arie basuki

Di Aceh untuk Polisi Wanita (Polwan) sudah diberi kebebasan untuk menggunakan jilbab. Namun ditingkatan nasional dan daerah lain masih terjadi pro dan kontra. Hal ini sebagaimana dikatakan Kapolri Jenderal Sutarman, persoalan penggunaan jilbab masih dalam pengkajian kembali.

"Di daerah lain ada yang pakai, tapi belum seragam, ada yang tidak sanggup beli, jadi kita akan tinjau kembali kebijakan itu," tegas Kapolri Jenderal Sutarman, Rabu (15/1) di Mapolda Aceh dalam agenda peninjauan kesiapan pasukan untuk mengamankan Pemilu mendatang.

Kendati demikian, Sutarman masih kurang tegas menyikapi kebijakan tersebut. Saat awak media menegaskan bagaimana kebijakan yang pasti. Sutarman berkilah berkali-kali mengatakan ada yang belum seragam, karena ada sebagian daerah yang tidak mampu membeli seragam tersebut.

Meskipun demikian, Sutarman mengatakan kebijakan itu harus didukung agar Polwan berjilbab. Akan tetapi, katanya baju dan jilbabnya harus semua seragam. 

"Karena belum seragam maka kita pikirkan hal yang terbaik. Kita lihat nanti bagaimana yang terbaik," tegasnya.

Sutarman mengapresiasi Polwan yang sudah berjilbab di Aceh. Karena Aceh telah menetapkan Polwan berjilbab, maka semua personel Polwan wajib mematuhinya. 

"Jilbab di Aceh sudah ditetapkan, kalau sudah ditetapkan harus didukung," tutupnya.
[ian]
sumber : Merdeka.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini