Satu Ladang Saja, Produksi Gas Aceh Capai Rp. 2.167 Trilyun

lokasi blok migas yang diproduksi oleh exxon mobil di lhoksukon. 
cabang migas di ladang arun sebesar 17 tcf. 
hingga hari ini belum diketahui jumlah potensisisa sebenarnya dari ladang ini.


Total pendapatan Aceh di sektor gas alam masih kabur. Baik Dinas Pertambangan dan Energi Aceh maupun Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh, tak bisa merincikan pendapatan Aceh di sektor tersebut secara gamblang.
Ahli Geosika Perminyakan dan dosen Fakultas Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala, Muchlis, SSi, MSc. mengatakan, hasil produksi Liquid Natural Gas (LNG) atau gas yang telah dijual oleh ExxonMobil di Arun, Aceh Utara mencapai ribuan trilyun rupiah. Rp. 2.167 triliyun.
Hal tersebut jika dikalkulasikan berdasarkan perhitungan harga asumsi gas terkini dan 4200 kargo gas (baca: Aceh Produksi 4.200 Cargo Gas, Total Pendapatan Tak Diketahui) yang sudah diekspor oleh perusahaan asal Amerika tersebut sejak 1978 hingga 2013. Dan setelah dikonversikan dari dolar Amerika ke rupiah.
Akan tetapi ini belum termasuk ongkos produksi yang dikeluarkan oleh ExxonMobil dan biaya konversi jadi LNG di PT. Arun.
"15 USD per mmbtu. Harga per kargo USD 43,000,000,” kata Muchlis yang berdiskusi dengan The Globe Journal. Sekitar Rp. 516 milyar per kargo jika dihitung dengan kurs 12.000 per dolar.
Menurut Muchlis, satu kargo LNG biasanya mengandung 23,5 mmbtu atau 23.500.000 kaki kubik LNG.
“Satu kargo itu bisa memuat 120.000 m3  LNG. 1 msama dengan 23.500 ribu kaki kubik. 120 ribu dikalikan 23 ribu lima ratus. Dan jumlah gas 2.820.000.000 kaki kubik per kargo,” ungkapnya.
“Ya, jika dikalikan dengan harga gas kekinian sebesar USD 15. Anda hitung jumlah pendapatannya, lalu konversikan ke kurs rupiah. Kita pakai perhitungan kekinian misalnya,” sebut Muchis lagi.
Jadi kalau dikalikan total harga yang diekspor ke Jepang dan Korea sebanyak 4.200 kapal dengan harga per kargo Rp. 516 milyar. Maka total harga jual gas yang keluar dari Aceh sebesar Rp. 2.167 Trilyun.
Menurut penelitian ketika ditemukan, ungkap Muchlis, cadangan Arun berisi 17 TCF gas. Jika recoverable factor 80%, cadangan tersebut bisa diambil dari perut bumi sebesar 13.5 TCF. Sedangkan yang baru diambil sebesar 4200 cargo (11,8 TCF).
"Berarti masih ada sisa cadangan gas bumi yang belum terambil dengan selisih 1.7 TCF. Bagaimana dengan cadangan kondensatnya? Ini baru dari lapangan Arun saja, bagaimana dengan lapangan Exxon lainnya di Aceh seperti NSO, NSO extension, dan SLS?"
Dinas Pertambangan Tahu Lifting Ekspor
Sedangkan menurut penuturan pihak Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, pihaknya hanya mengetahui jumlah lifting dalam barel untuk minyak dan mmbtu untuk gas setelah gas tersebut diekspor.
“Rupiahnya kami tidak tahu. Kementerian Keuangan yang mengundang Dinas Keuangan masing-masing daerah untuk menyampaikan jumlah pendapatan dalam bentuk rupiah,”  kata Kepala Bidang Migas, Listrik, dan Pemanfaatan Energi, T. Syukur, yang ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Aceh di Jl.T Nyak Arief 105, Banda Aceh, pada pertengahan November 2013 lalu. 
Hal senada juga diutarakan oleh pihak Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh.  
“Setelah diekspor baru dipanggil oleh Kementerian Keuangan. Saat proses produksi itu sangat tertutup,” kata Kepala Bidang Tranfer Dana, DPKA, Bukhari.
Berikut adalah data pendapatan sektor gas yang kami peroleh dari Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh, dari 2009 hingga 2013:
No
Tahun
Gas Bumi
Dasar Hukum
Gas Bumi
Dasar Hukum
  
PP 55 2005
 
UU No 11 2006
 
1
2009
57,888,871,000
PMK.NO.167/2009
385,925,801,000
PMK.NO166/2009
2
2010
47,485,808,000
PMK.NO.12/2010
530,637,152,661
PMK.NO.253/2010
3
2011
74,633,389,027
PMK.NO.222/2011
497,555,926,848
PMK.NO.220/2011
4
2012
47,571,600,120
PMK.NO.183/2012
278,137,328,000
PMK.NO.10/2012
5
2013
71,800,390,000
PMK.NO.19/2013
478,669,276,000
PMK.NO.21/2013

Zaini akan Panggil ExxonMobil
Saat ini sebagai tindaklanjut MoU Helsinki Pemerintah Aceh sedang bernegoisasi dengan Pemerintah Pusat terkait bagi hasil migas.
Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, yang dijumpai pada Jumat (10/1/2014) siang di Pendopo Gubernur mengatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pihak ExxonMobil guna membahas tentang produksi migas dari ExxonMobil.
"Saya sudah panggil. Kepala Exxon yang baru ingin jumpa saya. Paling lambat akhir bulan ini," kata Zaini. []
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini