Waduh... 82 Persen Pemuda Aceh Akui Pernah Suap Polisi

Ilustrasi korupsi (Foto: Dok okezone)
BANDA ACEH - Kalangan pemuda di Aceh masih menganggap semua lembaga yang melayani kepentingan dan keamanan publik masih mempraktekkan korupsi. Sebagian besar dari mereka bahkan mengaku pernah menyuap polisi dan aparat pemerintah.

Demikian hasil survei yang dilakukan Transparency International (TI) Indonesia terhadap anak muda di Aceh sepanjang April hingga September 2013.

Survei mengambil sampel 1.556 responden berusia 15-30 tahun dan 444 responden dewasa sebagai pembanding, kemudian ditanya seputar integritas dan antikorupsi.

"Hasil survei atas pengalaman mereka terhadap kasus korupsi menyebutkan, 82 persen anak muda di Aceh ternyata pernah 'bayar damai' atau memberi suap kepada polisi ketika ditilang," kata Koordinator Program Kepemudaan TI Indonesia, Lia Toriana saat peluncuran hasil Survei Integritas Anak Muda 2013 di Aula Balai Kota Banda Aceh, Senin (20/1/2013).

Menurutnya, institusi negara bidang keamanan dan ketertiban seperti Polri dianggap sebagai lembaga paling korup oleh anak muda di Aceh. "Hanya 23 persen saja anak muda Aceh yang percaya institusi polisi dan TNI bersih dan tidak menerima suap," ujar Lia.

Kepercayaan anak muda Aceh terhadap institusi pemerintahan yang melayani kepentingan publik, khususnya yang berkaitan dengan administrasi nasional seperti pengurusan paspor, Surat Izin Mengemudi, dan lainnya juga masih rendah.

Lia mengatakan, 30 persen responden mengaku pernah menemukan bahkan menyuap petugas saat mengurus paspor, SIM, dan lainnya. "Biasanya yang buat paspor atau SIM tembak (sistem cepat)," sebutnya.

Selain itu responden juga mengaku, pernah menyuap aparat pemerintah ketika mengurus izin, seperti izin usaha, membuat surat-surat lainnya.

Lia menyebutkan pemahaman anak muda Aceh terhadap integritas dan antikorupsi sudah lumayan yakni mencapai 62 persen. Mereka juga mengaku berani melaporkan kasus korupsi jika menemukan.

Survei ini harus menjadi masukan bagi pemerintah dan semua pihak untuk melindungi generasi muda dari pengaruh korupsi. Memberi pemahaman antikorupsi dan integritas bagi generasi dinilai sangat penting.

Senada dikatakan Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, Dia menjelaskan, pendidikan antikorupsi harus dimasukkan dalam kurikulum sekolah untuk memberi pemahaman dini kepada generasi muda akan bahaya korupsi.

"Dayah (pesantren) dan ulama juga harus berperan besar dalam membangun integritas anak muda di Aceh," katanya. (kem)

sumber : www.okezone.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini