46 Drum BBM Hasil Penyulingan Warga Peureulak Diamankan Polisi

Polisi Polres Lhoksuemawe mengamankan satu unit truk yang membawa BBM hasil penyulingan, Sabtu (7/2).(Foto : Bambang Iskandar)


Lhokseumawe, 7/2 (Atjeh Bisnis) – Anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kota Lhokseumawe berhasil menangkap satu unit  truk Colt  Diesel bermuatan 46 drum bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan minyak tanah, Sabtu.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Cahyo Hutomo SIK melalui KBO Reskrim, Ipda Wahidin yang dikonfirmasi sejumlah awak media di Mapolres setempat membenarkan adanya penangkapan  tersebut.

Petugas Polantas yang akan bersiap-siap mengatur lalu lintas seperti biasanya di pagi hari, sekitar pukul 06.30 Wib, merasa curiga atas muatan truk yang datang dari arah timur tersebut. “Pagi tadi sekitar pukul 06.30 wib anggota kita berhasil menangkap satu unit truk jenis colt diesel warna kuning dengan nomor polisi BL 8980 DB yang mengangkut 46 drum BBM di pos Lantas Cunda Kota Lhokseumawe.”

Truk langsung diberhentikan. Saat diperiksa, ternyata truk tersebut bermuatan bahan bakar minyak. Sementara supir truk melarikan diri saat petugas melakukan pemeriksaan muatan truk. kendaraan langsung ditahan petugas dan dibawa ke Mapolres Lhokseumawe untuk diamankan, ujarnya.
.
Sesaat setelah diamankan, seorang warga desa Dama Tutong, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, yakni Miswar menjumpai petugas dan mengaku sebagai pemilik BBM yang diangkut oleh truk tersebut.

Dalam penjelasannya kepada petugas, Miswar mengatakan, bahwa BBM tersebut dibelinya dan dikumpulkannya dari dapur-dapur penyulingan minyak milik warga di Peureulak yang rencananya akan dibawa ke Banda Aceh dengan menggunakan truk colt diesel yang disupiri oleh Abubakar (30) warga Alue Bu Tuha, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Dalam kasus ini, polisi masih menganggap Miswar sebagai saksi. “Namun demikian, kita masih melakukan penyelidikan mendalam dan pengembangan terkait asal-usul BBM tersebut” ujar KBO Reskrim, Ipda Wahidin..

Sementara itu, truk colt diesel yang mangangkut BBM itu di tahan, karena telah melanggar aturan pengangkutan barang sebagaimana pasal 53 huruf B Jo pasal 5 huruf B Jo pasal 23 huruf B Undang-Undang No 22 Tahun 2001 Tentang  Minyak dan Gas bumi dengan maksimal ancaman 4 Tahun penjara dengan denda 40 Milyar.”


Menurut  UU tersebut, truk itu tidak diperbolehkan mengangkut bahan bakar minyak, karena untuk mengangkut bahan bakar minyak, sudah ada  jenis pengangkutannya berupa truk tangki, jelas Wahidin. (Bambang Iskandar )
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini