Keujreun Blang Memiliki Fungsi Strategis Dalam Ketahanan Pangan

foto: Muchlis Gurdhum

Aceh Utara, 12/2 (Atjeh Bisnis)- Perangkat adat Keujreun Blang, memiliki fungsi strategis dalam meningkatkan produktivitas pangan. Karena posisi Keujreun Blang selain dapat berfungsi sebagai pengawas dibidang pertanian juga dapat menjadi mediator jika terjadi perselisihan diantara sesama petani.

Salah seorang anggota DPRK Aceh Utara, H.Ismed Nur AJ.Hasan, kepada Atjeh Bisnis, Kamis mengatakan, menilik fungsi dari perangkat adat dimaksud, dalam kehidupan masyarakat petani, terutama petani padi. Maka  fungsi dari Keujrun Blang sangat diharapkan untuk dapat dioptimalkan dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian padi.

Dimana dalam sejarah kehidupan masyarakat Aceh sejak dahulu, ada berbagai perangkat adat yang ditempati oleh orang yang dituakan dalam masyarakat, yang bertugas mengatur berbagai usaha yang dilakukan oleh masyarakat. Seperti Kejreun Blang (yang mengatur persawahan), Keujerun Uteun (yang mengatur hutan dan juga Panglima Laot (yang mengatur masalah laut dan perikanan). Masing-masing kejreun tersebut bekerja sesuai dengan tangung jawab yang dipikulkan kepadanya.  

Kembali kepada masalah fungsi Keujerun Blang dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian, maka sangat diharapkan kepada Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Utara, agar perangkat adat tersebut,dapat difungsikan sebagaimana mestinya didaerah sentra pertanian padi di Aceh Utara. Apalagi, di Aceh Utara sangat luas lahan persawahannya dan hampir sebagian besar penduduk Aceh Utara adalah petani, ungkap Ismed.

Lanjutnya lagi, fungsi kejruen blang adalah mengatur masa tanam, pengaturan air persawahan dan juga perselisihan diantara sesama petani. Untuk pengaturan masa tanam sendiri, sangat penting dilakukan secara serentak agar tidak mudah terserang hama. Begitu juga masalah pengaturan air dipersawahan dapat dilakukan secara baik dan bergilir.

“Dengan melihat peran dan fungsi keujreun blang ini yang begitu besar, sangat kita harapkan agar perangkat adat dimaksud, benar-benar dioptimalkan fungsinya ditengah-tengah masyarakat petani. Agar tercipta stabilitas pertanian yang baik serta meningkatnya produktivitas pertanian sebagai upaya ketahanan pangan,” ujar anggota DPR Aceh Utara ini.

Tambah Ismed lagi, optimalisasi perangkat adat seperti Keujrun Blang tersebut, tidak akan menggeser peran dan fungsi penyuluh pertanian sendiri. Karena penyuluh pertanian lebih terkait masalah teknis perawatan tanaman. Malah akan dapat berjalan seiring dalam mengatasi masalah-masalah pertanian, terang Ismed lagi. (Muchlis)  



Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini