Minim Pembeli, Pedagang Tepas Lesu



ilustrasi
Aceh Utara, 16/ 2 (Atjeh Bisnis)- Bahan dinding tepas masih menjadi alternatif bagi warga yang kurang mampu untuk membentengi rumahnya atau bangunan lainnya dengan tepas. Sehingga keberadaan dinding yang terbuat dari anyaman bambu ini, masih diperjualbelikan oleh pedagang.

Dinding tepas, banyak dijual terutama saat “Uroe Peukan” atau hari pasaran dibukota kecamatan diwilayah Aceh Utara. Bahkan, dibeberapa panglong kayu, juga menyediakan dinding tepas dimaksud.

Namun dalam sebulan terakhir, pembeli tepas bambu sangat minim. Seperti diakui oleh salah seorang pedagang tepas di Pasar Lhokseukon, Aceh Utara,  Nuraida (38), kepada Atjeh Bisnis.

Dimana ungkapnya, dalam sebulan terakhir, jumlah tepas yang laku masih sangat minim. Sedangkan sebelumnya, jumlah tepas yang laku lebih banyak dari kondisi sekarang.“ Beberapa pekan ini tepas kurang laku. Mungkin masyarakat sudah jarang memakainya lagi”, katanya.

Harga tepas itu sendiri dijual oleh pedagang dengan harga Rp 70.000 / lembar. Tepah yang dijual oleh pedagang yang ramai saat hari pasaran itu sendiri, didatangkan dari Kabupaten Bireun.

Lanjutnya, saat sedang mujur, jumlah tepas yang laku lebih banyak. “ Terkadang, jika sedang ada pembeli, jumlah tepas yang laku sampai puluhan lembar dan bisa memperoleh uang sampai Satu Juta Rupiah. namun jika sepi selembar pun tak laku,” keluh pedagang tepas ini.

Disinggung mengenai naiknya harga, Nuraida, mengatakan, bahwa harga tepas cenderung stabil. Jikapun melonjak harganya sampai Rp 85 Ribu / lembarnya. Hal itupun jika stok produksinya sedang berkurang,ungkap  Nuraida (Datuk Haris)


Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini