Februari Lhokseumawe Alami Deflasi 2.07 Persen



Lhokseumawe, 3/3 (Atjeh Bisnis)- Pada bulan Februari 2015, Kota Lhokseumawe mengalami Deflasi sebesar 2.07 Persen. Deflasi yang terjadi di Kota Lhokseumawe disebabkan adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks.

Beberapa kelompok pengeluaran yang menyebabkan Deflasi antara lain, pada kelompok bahan makanan sebesar 6,12 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,66 persen.

Sedangkan lima kelompok pengeluaran lain malah mengalami kenaikan indeks. Seperti, kelompok kesehatan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,37 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,18 persen, kelompok sandang sebesar 0,11 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,06 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,01 persen.

Perhitungan Laju Inflasi tahun kalender (Februari 2015 terhadap Desember 2014) untuk Kota Lhokseumawe adalah minus 1,64 persen, Banda Aceh minus 0,81 persen, Meulaboh minus 1,09 persen, dan Nasional minus 0,61 persen. Sedangkan Inflasi “year on year” (Februari 2015 terhadap Februari 2014) untuk Kota Lhokseumawe sebesar 5,16 persen, Kota Banda Aceh 5,49 persen, Meulaboh 5,58 persen dan Nasional 6,29 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Lhokseumawe Mughlisuddin, kepada Atjeh Bisnis mengatakan, Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Lhokseumawe dengan penghitungan tahun dasar 2012 =100, pada bulan Februari 2015 Kota Lhokseumawe mengalami deflasi sebesar 2,07 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 116,00 pada bulan Januari 2015 menjadi 113,60 pada bulan Februari 2015.

Lebih lanjut dirinya menguraikan,  Komoditas utama yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi selama bulan Februari 2015 adalah: cabai merah, tongkol, bensin, beras, kembung/gembung, dan beberapa komoditas lainnya.

Sedangkan beberapa komoditas yang menahan deflasi adalah: soto, cat tembok, semangka, daging ayam kampung, tarif listrik, dan beberapa komoditas lainnya. (Muchlis)

Berikut uraian kelompok pengeluaran

1.      Kelompok bahan makanan pada bulan Februari 2015 mengalami deflasi sebesar  6,12 persen atau mengalami penurunan indeks dari 125,65 pada bulan Januari  2015 menjadi 117,96 pada bulan Februari 2015.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, 8 (delapan) subkelompok mengalami deflasi dan 3 (tiga) subkelompok mengalami inflasi. Subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi yaitu subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 18,19 persen dan subkelompok yang mengalami deflasi terendah yaitu subkelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 0,33 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi yaitu subkelompok bahan makanan lainnya sebesar 1,55 persen dan subkelompok yang mengalami inflasi terendah yaitu subkelompok lemak dan minyak sebesar 0,03 persen.

Adapun komoditas kelompok bahan makanan yang memberikan andil deflasi pada kelompok ini antara lain: cabai merah sebesar 0,3748 persen, tongkol sebesar 0,3112 persen, beras 0,1954 persen, kembung/gembung sebesar 0,1305 persen, bandeng sebesar 0,1288 persen, cabe hijau sebesar 0,1226 persen, cabai rawit sebesar 0,0808 persen, tomat sayur sebesar 0,0682 persen, bawang merah sebesar 0,0671 persen, bayam sebesar 0,0600 persen, dan beberapa komoditas lainnya.

Selain itu, komoditas yang menahan laju deflasi pada kelompok ini antara lain: semangka sebesar 0,0241 persen, daging ayam kampung sebesar 0,0130 persen, anggur sebesar 0,0084 persen, daun singkong sebesar 0,0082 persen, kacang panjang sebesar 0,0073 persen, minyak goreng sebesar 0,0063 persen, asam sebesar 0,0050 persen, selar sebesar 0,0040 persen, kacang hijau sebesar 0,0036 persen, emping mentah sebesar 0,0026 persen, dan beberapa komoditas lainnya.

2.      Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Kelompok ini secara umum pada bulan Februari 2015 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 108,23 pada bulan Januari 2015 menjadi 108,42 pada bulan Februari 2015.

Subkelompok yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini yaitu subkelompok makanan jadi sebesar 0,36 persen. Sedangkan subkelompok minuman yang tidak beralkohol dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol tidak mengalami perubahan indeks. Andil inflasi pada kelompok ini disumbangkan oleh komoditas soto sebesar 0,0320 persen dan komoditas lainnya.

3.      Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar
pada bulan Februari 2015 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 116,03 pada bulan Januari 2015 menjadi 116,04 pada bulan Februari 2015.

Dua subkelompok pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks dan dua subkelompok lainnya mengalami penurunan indeks. Peningkatan indeks terjadi pada subkelompok biaya tempat tinggal dan subkelompok perlengkapan rumah tangga, masing-masing sebesar 0,39 persen dan 0,14 persen.

Sedangkan subkelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air serta subkelompok penyelenggaraan rumah tangga, masing-masing sebesar 1,04 persen dan 0,12 persen.

Komoditas yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini, yaitu: cat tembok sebesar 0,0253 persen, tarip listrik sebesar 0,0115 persen, batu bata sebesar 0,0104 persen, semen sebesar 0,0082 persen, cat kayu/ cat besi sebesar 0,0060 persen, dan beberapa komoditas lainnya. Sedangkan komoditas yang menahan laju inflasi antara lain: bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0659 persen, sabun detergen bubuk/cair sebesar 0,0020 persen, sabun cair/cuci piring sebesar 0,0003 persen, dan komoditas lainnya.

4.      S a n d a n g

Kelompok sandang pada bulan Februari 2015 mengalami inflasi sebesar 0,11 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 114,27 pada bulan Januari 2015 menjadi 114,39 pada bulan Februari 2015.

Subkelompok yang mengalami kenaikan indeks yaitu subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 0,48 persen. Sedangkan subkelompok sandang anak-anak, subkelompok sandang laki-laki dan subkelompok sandang wanita tidak mengalami perubahan indeks.

Komoditas yang mendorong laju inflasi pada kelompok ini diantaranya berasal dari emas perhiasan sebesar 0,0087 persen dan komoditas lainnya.

                        5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada bulan Februari 2015 mengalami inflasi sebesar 0,37 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,80 pada bulan Januari 2015 menjadi 107,19 pada bulan Februari 2015.

Subkelompok yang mengalami kenaikan indeks yaitu subkelompok jasa perawatan jasmani sebesar 1,60 persen dan subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,48 persen. Sedangkan subkelompok obat-obatan dan subkelompok jasa kesehatan tidak mengalami perubahan indeks.

Komoditas yang mendorong laju inflasi pada kelompok ini diantaranya berasal dari sabun mandi cair sebesar 0,0095 persen, tarip gunting rambut wanita sebesar 0,0045 persen, dan komoditas lainnya.

      6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Februari 2015 mengalami inflasi sebesar 0,06 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 108,51 pada bulan Januari 2015 menjadi 108,57 pada bulan Februari 2015.

Subkelompok yang mengalami kenaikan indeks yaitu subkelompok olahraga sebesar 2,45 persen dan subkelompok rekreasi sebesar 0,13 persen. Sedangkan subkelompok pendidikan, subkelompok kursus-kursus/ pelatihan, dan subkelompok perlengkapan/ peralatan pendidikan tidak mengalami perubahan indeks.

Komoditas yang mendorong laju inflasi pada kelompok ini diantaranya berasal dari sepatu olahraga pria sebesar 0,0018 persen, flash disk sebesar 0,0012 persen, dan komoditas lainnya.

      7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan
Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan Februari 2015 mengalami deflasi sebesar 2,66 persen atau terjadi penurunan indeks dari 114,05 pada bulan Januari 2015 menjadi 111,02 pada bulan Februari 2015.

Subkelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu subkelompok transpor sebesar 4,13 persen. Sedangkan subkelompok sarana dan penunjang transpor mengalami kenaikan indeks sebesar 0,19 persen. Selain itu, subkelompok komunikasi dan pengiriman serta subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks.

Komoditas yang mendorong laju deflasi pada kelompok ini diantaranya berasal dari bensin sebesar 0,2933 persen, angkutan udara sebesar 0,0383 persen, solar sebesar 0,0025 persen, dan komoditas lainnya. Sedangkan komoditas yang menahan laju deflasi pada kelompok ini berasal dari angkutan antarkota sebesar 0,0102 persen, perbaikan ringan kendaraan sebesar 0,0013 persen, dan komoditas lainnya.(*)








Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini