Kemenlu: Langkah Utama Tarik 7.000 Pengungsi Rohingya yang Masih di Laut

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk mengutamakan membawa para pengungsi Rohingya yang masih berada di laut ke darat. Setelah itu, pemerintah akan memberikan bantuan kepada mereka.

"Bagaimana utamanya tarik mereka dulu dari tengah laut ke daratan terdekat di sekitar Aceh," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir di Kantor Kemenlu, Kamis (21/5/2015).

Menurut dia, ada kurang lebih 7.000 pengungsi Rohingya yang masih terombang-ambing di laut. Adapun pengungsi yang sudah sampai di Indonesia kurang lebih 1.700 orang.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah meminta kepada negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara untuk turut menerima para pengungsi Rohingya. Meskipun Indonesia dan Malaysia sepakat untuk menampung sementara para pengungsi, pemerintah RI tetap memerlukan bantuan internasional.

"Dukungan internasional sangat diperlukan dalam resettlement, repatriasi, dan bantuan kemanusiaan seperti pemberian makanan. Diharapkan agar para pengungsi yang masuk, 7.000 di laut, masalahnya semuanya bisa diselesaikan," ujar Armanatha.

Untuk mengatasi masalah pengungsi Rohingya ini, para menteri dari negara kawasan Asia Tenggara akan akan mengadakan pertemuan khusus yang waktunya belum ditentukan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah membahas masalah Rohingnya ini dengan pemerintah Thailand dan Malaysia. Hari ini, Menlu mengadakan kunjungan bilateral ke Myanmar. Menurut Armanatha, kunjungan ke Myanmar ini merupakan kunjungan kehormatan yang biasa dilakukan para menteri di Asia Tenggara.

"Menlu RI telah berkesempatan mengunjungi tujuh negara dari sembilan negara di Asia Tenggara dan memang baru saat ini berkesempatan berkunjung ke Myanmar. Tujuan pertemuan ini pada intinya bilateral yang membahas kerja sama bilateral," ucap Armanatha.

Penulis    : Icha Rastika
Editor     : Laksono Hari Wiwoho
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini