Harga gas mahal, Pertagas sulit wujudkan city gas di Lhokseumawe

Merdeka.com - PT Pertamina Gas (Pertagas) merencanakan membangun kota gas di Lhokseumawe dan Lhoksukon, Aceh. Namun, mimpi ini hanya dapat direalisasikan jika mendapatkan dukungan penuh pemerintah.

Presiden Direktur PT Pertagas Hendra Jaya menjelaskan, dua kota ini dipilih setelah mempertimbangkan keunggulannya dekat dengan Terminal regasifikasi Liquid Natural Gas (LNG) Arun, Aceh.

Namun tidak mudah merealisasikan mimpi tersebut. Pertagas dihadapkan pada kendala harga gas yang tinggi di kedua kawasan ini.

Penyebabnya tak lain karena gas yang digunakan di Terminal Arun berasal dari Tangguh Papua. Sehingga harus melalui proses regasifikasi. Jika gas tersebut berasal langsung dari sumur yang ada, maka harganya jauh lebih rendah.

"City gas kendala utamanya harga gas di hulu. Kalau diperoleh langsung dari sumur harga terjangkau, dekat sumur harga jual tetap memadai," terang Hendra di Kawasan Industri Medan (KIM), Medan, Rabu (24/6).

Karena itu Pertagas mengharapkan pemerintah turut ambil bagian. Caranya dengan meringankan harga gas di hulu. Sehingga Pertagas bisa mulai mempersiapkan infrastruktur pendukungnya.

"Ini butuh peran pemerintah memfasilitasi harga hulu, kami siap infrastruktur," tutup Hendra.
[noe]

Reporter : Fikri Faqih

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini