Harga Sembako di Lhokseumawe Mulai Naik

Lhokseumawe, (Analisa). Berbagai jenis barang kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, cabai merah dan lainnya sudah mulai mengalami kenaikan harga sejak seminggu lalu. Akibatnya, ibu rumah tangga mulai mengeluhkan kondisi ini, apalagi menjelang memasuki bulan suci Ramadan 1436 H.

Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Muslim (LPKM) Lhoskeumawe-Aceh Utara, Syahrial MS SH yang ditanya Analisa, Jumat (5/6) membenarkan telah terjadi kenaikan harga bahan pokok sejak sepekan lalu. LPKM pesimis pemerintah mampu mengatasi tren kenaikan barang sembako yang sangat tinggi saat ini.

Menurut Ketua LPKM, pemerintah tidak berdaya dalam mengatasi tren kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan sebagaimana kenaikan harga barang di tahun-tahun sebelumnya.

Pedagang dinilai seenaknya menaikkan harga barang menjelang bulan puasa karena tidak ada pengawasan dari pemerintah pusat dan pemda.

Yang sangat disayangkan akibat kenaikan harga bahan pokok ialah masyarakat yang semakin tidak mampu membeli kebutuhan sehari-hari yang sudah mengalami kenaikan harga secara siginifikan, sebutnya.

Menurutnya, pasar murah yang sering digelar oleh pemerintah tidak mampu mengatasi kenaikan harga barang di pasar dan bukan suatu solusi yang tepat, kecuali melakukan pengawasan yang ketat kepada pedagang agar tidak menjual barang dengan seenaknya menaikkan harga.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Lhokseumawe, Ahmad Farid, yang ditanyai Analisa, membenarkan harga barang secara umum sudah mulai naik harganya.

Kenaikan harga menjelang bulan puasa, katanya, harus menjadi perhatian pemerintah dan harus dipantau oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lhokseumawe agar kenaikannya tetap di taraf kewajaran.

Disinggung tentang akan meningkatnya angka inflasi pada Juni 2015 terkait dengan kenaikan harga tersebut, Ahmad Farid menyatakan, untuk inflasi sesuai dengan kondisi tahun sebelumnya diperkirakan akan mengalami peningkatan pada Juni dibandingkan dengan inflasi pada Mei 2015.

BI akan terus melakukan koordinasi dengan pemda agar kenaikan harga-harga masih dalam taraf kewajaran, pungkasnya.

Harga Sapi Stabil

Menjelang hari meugang (punggahan) Ramadan 1436 H/2015 M, harga lembu atau sapi di Aceh Utara masih stabil, yaitu dalam kisaran Rp9-11 juta/ekor. Dampaknya, harga daging sapi juga diperkirakan tidak akan mengalami kenaikan. Saat ini, harga daging sapi berkisar Rp120 ribu/kg.

“Harga sapi tidak mengalami kenaikan meskipun jelang meugang. Harga sapi tergantung kualitas dan umurnya, namun secara umum tidak mengalami kenaikan karena banyak penjual sapi sehingga terjadi persaingan harga,” ujar seorang penjual sapi di Pasar Hewan Pantonlabu, Aceh Utara, Ramli (40) kepada Analisa, Minggu (7/6).

Disebutkannya, berdasarkan kebiasaan, jika harga sapi murah, harga daging juga ikut murah. Namun demikian, itu juga tetap tergantung pada pedagang karena ada juga pedagang yang ingin meraih keuntungan besar sehingga harga daging tetap dijual mahal saat meugang nanti.

Menurutnya, sapi-sapi yang dijual di pasar ini didatangkan dari wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur. “Tidak ada sapi impor,” jelasnya. Pasar Hewan Pantonlabu sendiri khusus beroperasi setiap hari Minggu.

Selain harga sapi, harga ayam potong di Aceh Utara juga masih stabil, namun diperkirakan akan mengalami kenaikan saat meugang Ramadan beberap hari ke depan.

“Harga ayam potong saat ini Rp22ribu/kg dan diperkirakan pada hari meugang bisa mencapai Rp25ribu/kg,” ujar seorang pedagang ayam potong di Pasar Lhoksukon, Rahmad. (mar/bsr)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini