Jelajah 'Kota Pusaka' Banda Aceh dengan Sepeda

TEMPO.CO , Banda Aceh: Banda Aceh Bike yang bertajuk ‘Jelajah Kota Pusaka’ semarak dengan 2.500 pesepeda. Mereka mengelilingi kota yang kaya situs sejarah dan tsunami itu, Ahad 7 Juni 2015.

Dilepas Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, kegiatan tersebut termasuk rangkaian peringatan hari jadi Kota Banda Aceh ke-810. “Untuk mengajak masyarakat mengetahui objek wisata dan turut menjaganya. Sekaligus promosi wisata,” kata Illiza.

Dia mengharapkan tahun depan, kegiatan dapat lebih meriah lagi dengan peserta lebih banyak. Apalagi pada 2016, Banda Aceh telah terpilih untuk menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) jaringan Kota Pusaka Indonesia.

Para peserta memulai start di Taman Sari Banda Aceh. Mereka kemudian mengayuh melintasi melintasi Museum Tsunami selanjutnya ke Lapangan Blang Padang yang menyimpan beberapa monumen sajarah, seperti monumen pesawat RI-001 Seulawah, Tugu Tsunami, dan prasasti ucapan terima kasih untuk bangsa-bangsa di dunia yang telah membantu Aceh saat tsunami.

Dari Blang Padang, pesepeda menuju jalan Ahmad Dahlan dengan melintasi Pasar Atjeh dan ke arah jalan Cut Meutia. Mereka dapat melihat gedung tua peninggalan Belanda yang saat ini menjadi kantor Bank Indonesia perwakilan Aceh. Peserta kemudian diarahkan ke bundaran Simpang Lima, sambil melintasi indahnya jembatan Pante Pirak.

Selanjutnya akan melewati beberapa jalan protokol di kota yang telah berumur 810 tahun, sembari menikmati jalanan, beberapa museum dan makam para Sultan. Keliling kota akan kembali berakhir di Taman Sari.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh, Fadhil mengatakan lewat aksi ‘Jelajah Kota Pusaka’ masyarakat diharapkan makin cinta dengan Banda Aceh. “Terutama situs-situs bersejarah yang kini jadi salah satu identitas Banda Aceh sebagai Kota Pusaka,” kata Fadhil.

Dia juga ikut mengimbau para pesepeda di Banda Aceh dan Indonesia umumnya ikut mempromosikan potensi wisata dan nyamannya kota tua Banda Aceh yang telah mendeklarasikan dirinya sebagai Kota Madani dan World Islamic Tourism.

ADI WARSIDI
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini