Kisah Van Alvin, Mengabadikan Kecantikan Indonesia Lewat Foto

Jakarta - Keindahan alam Indonesia memang tak diragukan lagi. Seorang pemuda asal Aceh keliling Indonesia untuk mengabadikan kecantikan Tanah Air lewat foto, agar makin banyak yang tahu betapa indahnya alam Indonesia.

Van Alvin adalah pria kelahiran Aceh, yang hobi traveling sejak kecil. Setelah bekerja di sebuah perusahaan minyak dan gas di Serpong sejak beberapa tahun lalu, Alvin masih rajin traveling tapi juga punya hobi baru yaitu fotografi.

"Saya dari kecil sudah hobi jalan-jalan. Kalau jalan-jalan untuk mengabadikan foto ya sejak suka fotografi dari 2008," ujar Alvin (33) dalam perbincangan lewat telepon dengan detikTravel, Jumat (19/6/2015).

Lelaki ini mencintai fotografi karena menurutnya foto itu seakan bisa berbicara. Dengan mempelajari banyak hal mengenai fotografi, ia juga merasa di setiap foto itu ada sisi keindahan tersendiri yang belum tentu bisa dinikmati oleh orang lain.

Setiap traveling, ia biasanya membawa dua kamera dan peralatan seperti tripod. Alvin mengatakan bahwa dia tidak merasa kerepotan membawa benda-benda fotografi saat traveling.

"Maksimal bawa dua, satu kamera SLR atau mirrorless, satunya underwater. Tripod itu pasti kalau hunting ke daerah yang landscapenya bagus. Enggak ribet sih, soalnya tujuan utamanya memang untuk motret," tuturnya.

Alvin sendiri aktif menjadi d'Traveler sejak Maret 2015 lalu. Selama 3 bulan menjadi member, ia telah menulis 12 kisah perjalanan dan 30 artikel foto tentang berbagai daerah di Indonesia. Alvin memang tak ragu membagikan hasil hunting fotonya kepada khalayak ramai.

Menurut Alvin, banyak sekali tempat yang begitu indah dan fotogenik di Indonesia. Sayang sekali jika foto-foto tentang keindahan itu hanya berdiam di dalam hardisknya. Ia pun mengunggah fotonya di detikTravel agar makin banyak orang yang tahu betapa cantiknya alam Indonesia.

"Indonesia banyak banget yang bagus. Daripada foto cuma mengendap di hardisk, kenapa enggak disharing saja," kata Alvin.

Pria ini pernah traveling sambil memotret di bagian barat maupun timur Indonesia. Seperti berbagai daerah di tanah kelahirannya di Aceh, Sukabumi, Malang, Kediri, Bali, Lombok hingga Tarakan di Kalimantan. Traveling keluar negeri seperti Singapura dan Malaysia pun pernah ia lakukan.

Pengalaman yang paling membekas adalah ketika Alvin dan teman-temannya pergi ke Belitung. Di tempat itulah pertama kalinya pria ini traveling sambil hunting foto sejak punya kamera.

Saat itu juga bertepatan dengan seminggu sebelum syuting film Laskar Pelangi, jadi Belitung memang masih sepi dan belum terkena seperti sekarang. Saking sepinya, Alvin dan teman-temannya sempat terombang ambing di tengah laut sepulang dari Pulau Lengkuas, karena perahunya mati dan harus menunggu perahu lain datang menjemput.

"Pulau Lengkuas dulu cuma ada dua boat. Sekarang ramai banget. Dulu waktu pulang dari Lengkuas boatnya mogok di tengah laut. Akhirnya nunggu boat lain jemput setengah jam," ujarnya.

Walaupun begitu, pria itu tidak kapok untuk terus hunting foto di daerah lain. Menurutnya, tempat hunting foto yang paling bagus di Indonesia itu di Aceh Besar dan Bromo

"Kalau yang paling berkesan itu pastinya Aceh dan Bromo. Di Aceh itu Aceh Besar, banyak pegunungan sampai laut pun ada. Bromo lebih ke pegunungannya sih memang," ucapnya.

Hingga sekarang, Alvin akan terus traveling sambil hunting foto. Ia pun membagikan beberapa tips buat traveler muda yang ingin hunting foto di Indonesia.

"Yang pasti kamera atau peralatan fotografi yang dibawa harus sesuai dengan kebutuhan, apa yang mau kita potret. Apakah underwater, landscape atau budaya. Kalau traveling juga kan enggak ingin bawa yang berat-berat. Bawa saja mirrorless yang ringkas daripada SLR," jelas pria kelahiran Aceh itu.

Selain itu, traveler juga sebaiknya tidak perlu membawa banyak barang yang tidak perlu. Misalnya pakaian, bawalah seperlunya saja agar bawaan tidak semakin berat karena adanya kamera dan tripod. Mencari informasi tentang daerah yang akan dikunjungi juga sangatlah penting.

"Searching dulu daerah yang mau dikunjungi, yang bagus spot apa. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, larangannya apa. Kan seperti pepatah, dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," tuturnya dengan penuh semangat.

(Kurnia Yustiana - detikTravel)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini