Legitnya 'Rasyidah' Kuliner Khas dari Aceh Timur

Okezone.com - PENGANAN tradisional ini memiliki nama yang unik, persis nama perempuan. Ya, namanya Rasyidah. Kuliner khas pantai timur Aceh ini memiliki tekstur yang lembut. Sementara rasanya sungguh legit, kenyal dan gurih.

Rasyidah yang dipamerkan dalam Festival Kuliner Aceh di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh dari 7-9 Juni 2015, cukup menyedot perhatian pengunjung. Mereka juga antusias berkerumun di salah satu stand yang menggelar demo memasak rasyidah.

“Ini namanya Rasyidah ya? Rasanya pasti manis seperti Kak Rasyidah,” celetuk seorang pengunjung, saat menyaksikan dua orang ibu-ibu yang sedang membolak-balikkan adonan rasyidah dalam wajan di atas kompor yang menyala.

Konon rasyidah berasal dari Peurlak, Aceh Timur. Di tempat asalnya itu, rasyidah mudah ditemui karena ikut dijajakan di pasar, selain tersedia di warung-warung sebagai kudapan pendamping kopi. Kue ini juga kerap menjadi salah satu menu dalam khanduri-khanduri (kenduri) atau hajatan adat lainnya.

Menurut cerita, rasyidah merupakan salah satu peunajoh atau makanan khas raja-raja Peurlak dan Tamiang. Penganan ini sekarang terus dilestarikan agar tak hilang dilindas zaman.

Menurut Abdul Munar, seorang warga Aceh Timur, rasyidah merupakan salah satu makanan legenda dari Aceh Timur. “Tapi saya tidak tahu kenapa namanya bisa Rasyidah,” ujarnya, Selasa 9 Juni 2015.

Rasyidah dibuat dengan bahan baku yang sederhana terdiri dari tepung terigu, gula, bawang, minyak goreng, air dan mentega. Cara buatnya, pertama bawang diiris kemudian digoreng. Selanjutnya tepung, gula, bawang goreng dan air secukupnya diaduk menjadi adonan.

Kemudian panaskan minyak goreng dan masukkan adonan, aduk hingga mengilap. Tambahkan sedikit mentega, sambil terus diaduk hingga matang. Setelah matang tuangkan dalam wadah atau buat motif sesuai selera. Kemudian taburi bawang goreng. Rasyidah siap disajikan.

Penganan ini memiliki tekstur yang lembut. Rasa legit dan aroma gurih yang berasal dari bawang goreng menyatu di lidah saat dicicipi. Cocok dimakan bagi semua umur. (Salman Mardira) 


Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini