Meski Puasa, Tiga Pria Aceh Tetap Dihukum Cambuk

BANDA ACEH – Bulan suci Ramadan tidak menghalangi penerapan hukuman cambuk di Aceh. Siang ini, tiga orang yang terlibat judi jenis toto gelap (togel) dicambuk di teras Masjid Agung Al Falah, Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh. Ketiganya ditangkap pada Mei 2015.

Mereka dinyatakan melanggar Qanun Syariat Islam Nomor 13 Tahun 2003 tentang Maisir atau Judi.

"Karena cuma tiga orang, maka eksekusinya dilakukan di teras masjid langsung dan tidak dibuat panggung khusus," jelas Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Pidie, Sabaruddin Hasan, Senin (29/6/2015).

Terpidana yang dieksekusi selepas ibadah Salat Zuhur tadi adalah MJA (56), warga Kecamatan Batee; BM (51) dan AM (43), warga Simpang Tiga, Pidie. MJA dicambuk sembilan kali, BM dicambuk sebanyak delapan, kemudian AM sebanyak tujuh kali.

"Hukuman itu sudah dikurangi masing-masing satu kali cambuk, karena mereka sudah menjalani masa tahanan 20 sampai 28 hari," ujar Sabaruddin.

Sebelum dicambuk menggunakan rotan oleh seorang algojo, ketiga terpidana lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan. Ratusan warga menyaksikan prosesi tersebut.

Sebelumnya, Mahkamah Syariah Kota Sigli sudah memutuskan ketiga terpidana melanggar Qanun Nomor 23 Tahun 2003 karena terbukti terlibat perjudian togel. Mereka dihukum delapan hingga 10 kali cambukan, dan dikurangi sekali sebagai kompensasi masa tahanan yang sudah dijalani.

"Vonis itu sudah diputuskan Mahkamah Syariah sejak seminggu yang lalu, dan baru sekarang dicambuk," kata Sabaruddin. (fal)
(uky)   

Pewarta : Salman Mardira
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini