Polda Aceh Kembali Tangkap Anggota Din Minimi

Banda Aceh - Tim gabungan Polda Aceh bersama Tim Reskrim Aceh Utara berhasil menangkap koki atau juru masak kelompok Din Minimi di Desa Keurto, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara.

Dalam rentetan kasus ini, polisi juga menyita sepucuk Senjata Api (senpi) AK47 dan amunisi. Tersangka Amiruddin alias Si Pong yang mengaku sebagai juru masak Din Minimi, ditangkap pada Minggu (28/6) sekitar pukul 06.05 Wib di sebuah gubuk dekat rumahnya di Desa Keurto, Aceh Utara.

Penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat. Setelah mendapatkan informasi tim gabungan Polda bersama Tim Res Aceh mengembangkan dan berhasil menangkap juru masak Din Minimi yang dipersenjatai tersebut.     

Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi mengatakan, saat ditangkap juru masak Din Minimi lagi bersembunyi di sebuah gubuk di dekat rumahnya di Desa Keurto tanpa ada perlawanan.     

“Ini merupakan orang ke 26 yang diamankan dari kelompok Din Minimi,” ujar Kapolda melalui Kabid Humas Kombes Pol Saladin dalam jumpa pers di Mapolda Aceh, Selasa (30/6) usai prosesi pencucian Pataka Polda Aceh, Mackdum Sakti dalam rangka HUT Bhayangkara yang jatuh 1 Juli hari ini.     

Dikatakan, saat dilakukan penangkapan tersangka sedang istirahat di sebuah gubuk di dekat rumah pribadinya. Tersangka tidak memberikan perlawanan saat petugas melakukan pengepungan dan penangkapan.     

“Selama ini, tersangka selalu bersama dengan kelompok Din Minimi ke mana pun pergi. Tetapi pasca semakin gencarnya pengejaran dilakukan pihak kepolisian, mereka saat ini terpencar-pencar,” ungkapnya.

Amankan Senjata

Sebelumnya, jajaran Polda Aceh juga telah mengamankan 1 pucuk senjata api jenis AK 47, yang merupakan milik juru masak saat terjadi kontak senjata pada tanggal 5 Juni 2015 sekira pukul 12.00 WIB di jalan lintas Banda Aceh-Medan kawasan Desa Gintung, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie.     

Selain senjata, polisi juga mengamankan 1 magasin AK 47, 62 butir peluru, 1 buah baju PDL TNI, 1 buah senjata tajam jenis rencong, dan 1 buah tas pinggang yang ditanam di sekitar jalan lintas Desa Gintung, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie. “Semua barang bukti yang kita temukan itu, diketahui milik Amiruddin yang tertinggal saat kontak tembak di Grong-Grong,” jelasnya.     

Dikatakan, selama pengejaran kelompok DM, aparat keamanan baik Polri maupun TNI sudah berhasil mengamankan sebanyak 26 orang, di mana 4 di antaranya meninggal dunia, 21 ditangkap dan satu orang menyerahkan diri. “Sekarang masih ada 25 orang DPO kita, yang sedang dicari,”sebut Saladin.

Terkait adanya permintaan “gencatan senjata” selama bulan Ramadan ini, Saladin menegaskan, kepolisian tidak ada hubungannya dengan politis. Polisi hanya mengejar kelompok kriminal bersenjata yang selama ini meresahkan masyarakat. “Jadi ini kasus kriminal, maka jangan dipolitisir dan dipolitisasi. Lagi pula Din Minimi bukan tokoh politik,” tegas Saladin. (Analisa/Iranda novandi)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini