Terminal LNG Arun klaim punya peran penting di bisnis gas Pertamina

Merdeka.com - Anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas), PT Perta Arun Gas selaku operator Terminal Penerimaan, Hub, dan Regasifikasi LNG Arun, Aceh mengklaim punya peran penting dalam lini bisnis gas Pertamina.

Direktur Utama Perta Arun Gas Teuku Khaidir menyebut fasilitas hasil modifikasi kilang LNG yang pertama kali di dunia itu akan menjadi sumber tumpuan utama. Terutama untuk pemenuhan kebutuhan gas industri dan listrik, tidak hanya di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam, tetapi juga wilayah Indonesia lainnya.

"Dengan statusnya sebagai hub yang memiliki potensi kapasitas storage LNG sebesar 12 juta ton per tahun, memungkinkan Pertamina untuk mencari sumber pasokan LNG yang kompetitif dari berbagai sumber," ujarnya di kantornya, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/6).

Dia menegaskan, terminal LNG Arun memprioritaskan kebutuhan domestik sebagai yang utama.

"Fasilitas tersebut dapat menjadi pengumpan bagi fasilitas Terminal Penerimaan dan Regasifikasi LNG ataupun Floating Storage and Regasification Unit yang sudah ada maupun yang akan dibangun Pertamina," tutupnya.

Untuk diketahui, selain mendapatkan komitmen pasokan dari kilang-kilang LNG domestik, Pertamina juga memastikan mendapat pasokan dari sumber-sumber luar negeri.

Pertamina mendapatkan kepastian pasokan LNG dari Cheniere Corpus Christi, Amerika Serikat sebanyak 1,5 juta ton mulai 2019 selama 20 tahun, juga dari Afrika sebanyak 1 juta ton per tahun, mulai 2020 untuk jangka waktu 20 tahun.
[noe]


Reporter : Fikri Faqih


Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini