MTQ ACEH XXXII Di Nagan Raya Catat Rekor MURI

PERWAKILAN Lembaga Museum Rekor Indonesia (MURI), Awan Raharjo menyerahkan piagam MURI kepada Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah, Bupati Nagan Raya Drs HT Zulkarnaini, dan Ketua DPRK Nagan Raya Hj Kelimah SSos atas keberhasilan Pemkab Nagan Raya mengoleksi 62 Quran kuno yang sekaligus menjadi yang terbesar di Indonesia. Piagam MURI diserahkan pada acara pembukaan MTQ XXXII Tingkat Provinsi Aceh di Nagan Raya, Rabu (19/8) malam. SERAMBI/TEUKU DEDI ISKANDAR
MUSABAQAH Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke  XXXII  yang berlangsung  di Kabupaten Nagan  Raya  berhasil mencatatkan rekor Musium Rekor Indonesia  (MURI) atas  terselenggaranya Pameran  Al Qur’an kuno terbanyak yang di perkirakan telah berusia ratusan tahun.

Penghargaan diserahkan oleh Awam Raharjo dari MURI pada malam pembukaan MTQ Aceh ke XXXII. Penghargaan ini di serahkan kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Bupati Nagan Raya HT. Zulkarnani dan ketua DPR Kabupaten Nagan Raya Kelimah.
Pameran  Al  Quran kuno ini bagian dari  pelaksanaan MTQ  XXXII  Aceh, Al quran kuno  ini di pamerkan di gedung seminar  yang berada di taman  Dzulkarnaini.

Sebanyak 62   Al Qur’an kuno tulis tangan yang di pamerkan ini merupakan milik Pemerintah kabupaten Nagan Raya dan menurut catatan Musium Rekor Indonesia pameran Al Quran kuno yang berlangsung di taman Dzulkarnaini ini merupakan pameran  Al Qur’an kuno terbanyak  di indonesia.

Teuku Raja  Keumangan (TRK), Pemekarsa  pameran Al Qur’an kuno  mengungkapkan momentum MTQ XXXII Aceh kali ini merupakan  wujud perhatian masyakat Nagan  Raya terhadap nilai nilai  yang terkandung dalam kitabullah, mengamalkan seluruh isi kandungan Al quran merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim, merawat dan juga tentunya menjaga Al Quran dengan baik juga bagian  yang tak  terpisahkan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ini menyebutkan tahun ini Pemkab Nagan Raya juga telah menganggarakan perencanaaan pembangunan Musium Khazanah Al Qur’an Nusantara tempat penyimpanan Al Qur’an kuno tersebut.

“Tahun ini kita telah menganggarkan dana untuk perencanaan pembangunan gedung Musium Khazanah Al Qur’an Nusantara yang nantinya akan berisi tentang  Al Quran kuno dan semua hal tentang Al Qur’an” Ungkap  Teuku Raja Keumangan.
Pencatatan rekor  Musium Rekor Indonesia  (MURI) ini menjadi sebuah kebanggaan bagi seluruh masyarakat Nagan Raya dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, tentunya juga bagi seluruh  masyarakat Aceh   yang di kenal dengan semangat pelaksanaan syariat Islam.

Teuku Raja Keumangan  berharap dengan prestasi rekor MURI ini nantinya akan melahirkan  generasi muda yang cinta kitabullah, mengamalkan seluruh isi kandungannya, menjadi pedoman hidup sebagai jalan meraih kebahagian hidup di dunia dan di akhirat.

Diakuinya, Al-Qur’an itu diperoleh pihaknya dari salah seorang kolektor di pulau Jawa dengan harga miliaran rupiah.

Sementara itu pantauan Gema Baiturrahman di lokasi Pameran, Al-Qur’an kuno itu dipamerkan didalam lemari kaca antara lain: Mushaf AlQur’an Kertas Parsi berusia diatas 200 tahun, Mushaf Al-Qur’an Kertas Dluwang berusia antara 150-500 tahun, Mushaf Al-Quran Kertas Eropa dan Mushaf AlQur’an Kertas Kopi yang ditaksir berusia 100 tahun, serta Mushaf Lontar/Lontar Hitam yang usianya tidak bisa diprediksikan. (Abi Qanita -
baiturrahmanonline.com)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini