Jalur Cheng Ho di Aceh Dongkrak Wisatawan China

DENGAN dibukanya jalur Samudera Cheng Ho di Aceh, membuka peluang wisatawan dari China akan banyak yang datang. Menteri Pariwisata Arief Yahya optimis akan hal itu.

Puncak Hari Nusantara 2015 sukses digelar. Mengambil lokasi acara di Pelabuhan Perikanan Lampulo, Banda Aceh, acara dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta jajaran menteri kabinet.
Dalam acara itu, diluncurkan pula prasasti jalur samudera Cheng Ho oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

"Saya ingin mengatakan kalau kita membuka jalur ini, wisatawan mancanegara (wisman) dari China yang hadir akan lebih banyak. Itu akan bagus untuk kita," tutur Menpar Arief Yahya ditemui usai acara puncak Hari Nusantara 2015, Minggu (13/12/2015).
 
Arief otimisitis karena melihat latarbelakang Cheng Ho sebagai seorang Muslim. Sehingga tidak ada resistensi di Aceh, karena artefaknya sudah ada dan beberapa masjid di sini. Jadi, itu adalah rute Cheng Ho.

"Ada 10 kota yang disinggahi Cheng Ho. Kalau jumlahnya sembilan, itu berarti Tuban tidak dimasukkan. Kota pertama yang disinggahi Cheng Ho itu adalah Aceh," jelasnya.


Arief juga mengatakan, berdasarkan pengalaman ketika meluncurkan di Batam, pertumbuhan wisatawan China ke Batam itu sangat tinggi.

"Kalau total nasional 21 persen, sementara di Batam-Bintan itu sampai 30 persen," tutupnya.
(hel)

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini