36 Hari Terjebak di Bawah Tanah, 4 Pekerja Tambang China Berhasil Selamat

Beijing, - Tim penyelamat di China berhasil menyelamatkan empat pekerja tambang yang telah terperangkap selama 36 hari di dalam tambang bawah tanah yang runtuh.

Tambang gipsum di provinsi Shandong tersebut runtuh pada 25 Desember 2015 lalu. Dalam insiden itu, satu orang tewas dan 17 lainnya hilang, termasuk empat pekerja yang berhasil diselamatkan pada Jumat, 29 Januari waktu setempat.

Stasiun televisi pemerintah China, CCTV pada Jumat (29/1/2016) memperlihatkan seorang pekerja tambang sedang ditarik keluar dari bawah tanah, dan dikelilingi oleh petugas penyelamat yang bersorak gembira dan para wartawan.

Menurut kantor berita resmi China, Xinhua seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (30/1/2016), tim penyelamat mengeluarkan para penambang tersebut lewat dua akses terowongan yang telah mereka bor.

Tambang yang runtuh pada Hari Natal itu menimbulkan getaran yang begitu keras, hingga tercatat sebagai peristiwa kegempaan berkekuatan 4 Skala Richter (SR). Lima hari kemudian, kamera infrared mendeteksi adanya keempat penambang yang melambaikan tangan mereka.

Keempat orang tersebut berada dalam sebuah lorong yang masih utuh. Tim penyelamat pun mulai mengebor untuk membuat rute guna menyelamatkan mereka. Makanan dan pakaian dikirimkan kepada keempat pekerja tersebut lewat empat terowongan kecil yang mereka bor.

Saat kejadian, sebelas orang di tambang tersebut berhasil selamat. Dua hari setelah runtuhnya tambang bawah tanah itu, pemilik tambang, Ma Congbo bunuh diri dengan meloncat ke dalam sebuah sumur.

Atas kejadian ini, empat pejabat tinggi di wilayah Pingyi, tempat tambang tersebut berada, telah dipecat.

(Detik.com)

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini