Bupati Bireuen Bantu Dua Unit Rumah Untuk Fakir Miskin

BIREUEN, Acehinfo.com - Rumah kontruksi kayu milik Mustafa dan Nuraini terbakar diduga sebab konslet arus listrik. Tidak ada barang apapun yang dapat diselamatkan keluarga itu, kecuali pakaian yang melekat di badan. Sebagaimana disampaikan Nuraini kepada Bupati Bireuen Ruslan M Daud saat meninjau ke lokasi, Kamis (28/1).

Rumah milik Mustafa (65), warga miskin yang tertimpa musibah kebakaran beberapa hari lalu terletak di Desa Lhok Dagang, Kecamatan Pandrah, Bireuen akan segera dibangun baru. Mustafa tinggal bersama isterinya Nuraini (48) serta dua orang anaknya.

Pasca musibah tersebut, Mustafa dan keluarganya tinggal di tenda yang didirikan BPBD Kabupaten Bireuen. Bila turun hujan, air akan menggenangi tempat tinggal darurat mereka, sedangkan dua anaknya yang masih kecil mengungsi ke rumah tetangga.

Menyikapi hal itu, perangkat desa setempat mengajukan permintaan kepada Pemkab Bireuen. Hal itu disikapi Bupati Bireuen Ruslan M Daud. Ruslan didampingi Camat Pandrah, Jamaluddin menyampaikan Pemkab Bireuen membangun baru rumah untuk tempat tinggal keluarga Mustafa.

“Sebab keluarga ini memiliki tanah sendiri, maka Pemkab Bireuen membangun rumah untuk mereka, besok langsung sudah diukur dan mulai dibangun,” ujar Ruslan M Daud.

Ruslan memerintahkan Baitul Mal Kabupaten Bireuen yang akan membangun rumah itu untuk minta syarat administrasi kepada keluarga itu supaya apa yang dilaksanakan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan.

Sementara itu Bupati Bireuen Ruslan M Daud turut memerintahkan Baitul Mal Kabupaten Bireuen untuk membangun baru rumah untuk Syukri (48) dan Ramli (42), kakak beradik di Desa Matang Jareung, Kecamatan Samalanga, Bireuen.

Adik dan abang ini tinggal digubuk yang sangat memprihatinkan sejak 15 tahun lalu. Meski saudara kandung, keduanya tinggal di gubuk berbeda. Meski gubuk itu masih dalam satu lokasi tanah milik orang tua mereka.

Syukri menempati gubuk seluas 4 x 3 meter di sudut tanah milik orang tuanya. Gubuk itu berdinding anyaman daun kelapa, sebagian sisi dinding berupa pelepah rumbia. Atap dari daun rumbia dan lantai beralaskan tanah.

Ramli, adiknya tinggal di sebuah gubuk yang menyatu dengan pondok yang digunakan untuk kandang kambing. Letaknya berdekatan dengan rumah abang iparnya. Luas ruangan tempat Ramli menginap hanya 1 x 2 meter, disebelahnya kandang kambing.

Hamdani, warga setempat mengatakan Syukri dan Ramli terpaksa tinggal di rumah gubuk sebab rumah milik orang tua mereka sudah rusak dan roboh,  yang tersisa hanya bekas lantai dan pondasi saja.

“Untuk makan mereka ditanggung adiknya, sementara untuk bekerja jelas tidak mungkin sebab mereka keterbelakangan mental, untuk ditampung di rumah adiknya tidak memungkinkan sebab rumahnya juga sempit,” jelas Hamdani.

Makanya atas inisiatif warga dan perangkat desa setempat mengajukan usulan ke Bupati Bireuen Ruslan M Daud. Usulan itu direspon pimpinan daerah dengan turun langsung melihat tempat tinggal kedua warganya itu.

Bupati Bireuen Ruslan M Daud setelah melihat kondisi gubuk tempat tinggal Syukri dan Ramli, Kamis (28/1) mengatakan Pemkab Bireuen akan membangun satu unit rumah untuk keduanya. Rumah dibangun di tanah milik orang tuanya.

“Tetapi keluarga perlu berjanji setelah rumah baru selesai nantinya, ke dua gubuk yang ditempati saat ini harus dibongkar, rumah akan dibangun dengan dana dari Baitul Mal Kabupaten Bireuen sesegera mungkin,” ucap Ruslan M Daud.

Sekretaris Baitul Mal Kabupaten Bireuen, Anwar S.Ag mengatakan rumah yang dibangun tipe 36 dengan sumber dana dari infaq yang terkumpul dari pegawai Pemkab Bireuen yang dikelola Baitul Mal Kabupaten Bireuen. (YUDI WBC / Mukarram)

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini