Laba BPR Mustaqim Tahun 2015 Melampaui Target

Banda Aceh - Meski saat ini Indonesia berada di tengah tekanan perekonomian global yang sangat ketat, namun perusahaan daerah tetap dapat menunjukkan kinerja yang baik. Hingga akhir Desember 2015, PD BPR Mustaqim Sukamakmur telah berhasil membukukan laba sebesar Rp 4,83 miliar (un auditee).

T Hanansyah, Direktur Utama Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD-BPR) Mustaqim Sukamakmur memaparkan, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2014 lalu atau Year on Year (yoy), maka terjadi peningkatan sebesar 10 persen.

“Peningkatan laba secara signifikan ini telah menembus target tahun 2015, yaitu sebesar Rp4,76 miliar. Pencapaian ini tentu saja menghasilkan pertumbuhan aset yang berkualitas pula,” terang T Hanan.

Hanan memaparkan, hingga akhir Desember 2015, aset BPR Mustaqim Sukamakmur mencapai 142,24 milliar atau mengalami peningkatan sebesar 32,15 persen dibandingkan total aset di akhir Desember 2014, sebesar Rp 107,64 miliar.

Bukan hanya laba, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan menjadi Rp62,6 miliar dari Rp55,3 miliar pada tahun sebelumnya. Peningkatan juga terjadi pada jumlah nasabah tabungan, yaitu sebanyak 2.599  orang, sehingga saat ini jumlah nasabah BPR Mustaqim mencapai 43.021 orang. Sedangkan untuk nasabah deposito, saat ini berjumlah 287 orang.

“Pertumbuhan DPK ini membuktikan bahwa trust atau rasa kepercayaan masyarakat untuk menginvestasikan dananya kepada BPR Mustaqim Sukamakmu semakin meningkat setiap tahunnya.”

Salurkan Kredit 83,85 Miliar

Tidak ingin terfokus pada peningkatan laba dan jumlah nasabah, di tahun 2015 BPR Mustaqim Sukamakmur, selaku Bank perkreditan milik Pemerintah Aceh juga terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan bisnis pada sektor mikro.

Hal tersebut dibuktikan dengan besaran penyaluran kredit di tahun 2015 yang mencapai Rp83,85 miliar. Angka sebesar itu disalurkan untuk membantu menggerakkan roda ekonomi di sektor riil  yang fokus pada bidang pertanian kelompok, peternakan, perikanan, perdagangan, jasa, dan Industri rumah tangga.

“Hanya 10 persen saja yang kita salurkan untuk kredit konsumtif. BPR Mustaqim Sukamakmur telah menyalurkan sebesar 90,16 persen dari total kredit yang disalurkan dengan jumlah debitur hingga saat ini berjumlah 6.775 orang,” terang Hanan.

Untuk diketahui bersama, hingga saat ini PD BPR Mustaqim Sukamakmur telah memiliki satu kantor pusat, 14 kantor cabang, dan 8 kantor kas dengan total 23 kantor yang tersebar hampir di 23 kabupaten/kota.

“Termasuk di Pulau Aceh. PD BPR Mustaqim Sukamakmur adalah satu-satunya bank yang ada dan berkantor di Pulau Aceh,” tambah Hanan.

Dalam perjalanannya, PD BPR Mustaqim Sukamakmur telah memantapkan pengembangan bisnis pada sektor pertanian dan peternakan. Sebagaimana diketahui, tidak banyak perbankan yang berani berbisnis di sektor ini.

Bank BPR Mustaqim Syari’ah

Seiring dengan pemberlakuan Syari’at Islam di Aceh dan semangat Pemerintah Aceh yang saat ini dipimpin oleh duet, dr H Zaini Abdullah dan H Muzakir Manaf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, maka BPR Mustaqim Syari’ah akan mulai diterapkan pada pertengahan 2016.

“Alhamdulillah, berkat Rahmat Allah, BPR Mustaqim Syari’ah telah di-Qanun-kan dan akan mulai beroperasi secara Syari’ah pada Agustus 2016 ini.”

Di sisi lain, Hanan berharap agar semua elemen masyarakat dapat mendukung PD BPR Mustaqim Sukamakmur telah turut andil dalam menggerakkan roda perekonomian Aceh melalui berbagai pelayanan perbankan yang berorientasi pada segmen bisnis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan disertai dengan penyediaan jaringan online yang memadai hampir di seluruh Aceh.

T Hanansyah berkomitmen untuk terus membangun sumber daya manusia yang ahli, berintegritas, dan berbasis syariah, pelayanan berbasis teknologi informasi, dan pengembangan bisnis di bidang mikro demi kemajuan BPR Mustaqim Sukamakmur.

“Menyahuti semangat pemimpin Aceh di bidang pemberdayaan masyarakat, BPR Mustaqim akan terus memacu dan membantu dengan berbagai kemudahan bagi pengusaha kecil dan menengah,” tegas Hanan.

Dukung Kebijakan Dirut

Sementara itu, Asisten II Setda Aceh, Azhari Hasan SE, yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama BPR Mustaqim menjelaskan, bahwa kehadiran T Hanansyah SE Ak yang telah bergabung bersama BPR Mustaqim sejak November 2012 telah memperlihatkan kemajuan yang pesat.

“Tidak bisa dipungkiri, pesatnya kemajuan usaha Bank BPR Mustaqim dalam tiga tahun terakhir, tidak terlepas dari tangan dingin Direktur Utama BPR Mustaqim, T Hanansyah SE Ak yang sejak bulan November 2012 dipercaya sebagai Direkut Utama Bank Mustaqim,” ujar Azhari.

Sebagai Komisaris Utama, Azhari juga menyampaikan dukungannya atas langkah-langkah yang telah ditempuh oleh para pengambil kebijakan di BPR Mustaqim, terutama dalam hal Konversi menjadi Bank Mustaqim Syari’ah.

“Konversi ini merupakan amanah RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham-red),  tepatnya begitu saya diamanahkan menjadi Komut, saat itu pemegang saham menyatakan sangat setuju dengan proses konversi ke syariah ini. Hal ini dimulai dengan mempersiapkan rancangan qanun sesuai dengan UU Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah dan menyesuaikan anggaran dasar perseroan,” pungkas Azhari. (**)

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini