Ada "Harimau Masuk Kota" di Banda Aceh

Puluhan aktivis dan komunitas pencinta lingkungan di Banda Aceh menggelar aksi "Harimau Masuk Kota" untuk memperingati Tiger Global Day (Hari Harimau Sedunia) yang diperingati setiap 29 Juli.

Seorang Peserta aksi peringatan Tiger Global Day (Hari Harimau Sedunia) dengan menggunakan topeng harimau membubuhkan cap jempol bergambarkan harimau sebagai wujud dukukan stop perburuan terhadap hewan harimau di Aceh dan di Indonesia, sehingga populasi harimau di dunia tetap terjaga, Jumat (29/7/2016)


Semua peserta aksi menggunakan topeng harimau dan berjalan keliling pusat kota sambil mengkampanyekan stop perburuan harimau.
Aksi yang berlangsung dibawah pengawalan pihak kepolisian ini menyita perhatian pengendara kenderaan yang sedang melintas.
Ini disebabkan sebagian besar peserta aksi menggunakan topeng dan mengecat wajah mereka seperti muka harimau. Selain itu, mereka juga membagikan stiker bertuliskan "#BURUPEMBURU".
Kemudian, peserta aksi juga membubuhkan tanda tangan di atas spanduk warna putih sepanjang 5 meter, serta cap jempol berlambangkan harimau.
Koordinator aksi, Cut Ervida, mengatakan bahwa kain berisikan tanda tangan dan cap jempol ini dari warga Banda Aceh nantinya akan dikirim ke Kantor Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.
"Kami akan minta Pemerintah Indonesia serius memerangi pemburuan dan perdagangan harimau," kata Ervida, Jumat (28/7/2016).
Setelah berorasi di depan Masjid Raya Baiturrahman yang merupakan pusat kota Banda Aceh, peserta aksi kemudian berjalan kaki menuju pusat keramaian di Pasar Aceh.
Di sini peserta aksi memeragakan beberapa tarian sambil berorasi, mengimbau agar warga mendukung upaya pelestarian harimau, terutama harimau sumatera.
Disebutkan Cut Ervida, setiap tahunnya pihak kepolisian menemukan kasus-kasus perburuan harimau sumatera dan ini terus meningkat.
"Ini tentunya dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk melakukan pencegahan. Sudah saatnya melawan aksi perburuan harimau sumatera ini. Buru pemburu harimau sekarang juga," ujarnya.
Saat ini, dari enam spesies harimau yang tersisa di dunia ini, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernasib tragis, karena populasinya terus menurun.
Diperkirakan harimau sumatera hanya tersisa lebih kurang 400 ekor di seluruh Sumatera. Selama 100 tahun terakhir terjadi kehilangan 97 persen harimau di muka bumi ini.
Saat ini diperkirakan hanya ada sekitar 3.000 harimau yang hidup di alam liar seluruh dunia.
"Kita berharap upaya peningkatan kembali populasi harimau 2 kalil lipat pada tahun 2020 nanti bisa tercapai. Maka butuh semua terlibat untuk menyelamatkannya dan buru pemburu harimau," kata dia.
sumber : regional.kompas.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini