BMKG: Aceh Sudah Lewati Potensi Buruk La Nina



BANDA ACEH – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh, memprediksi kondisi hujan berlebihan atau lebih dikenal dengan istilah La Nina, tidak begitu berdampak lagi bagi provinsi paling ujung Sumatera itu. Hujan berlebihan ini sudah dilewati oleh Aceh beberapa waktu lalu.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Blang Bintang, Aceh Besar, Zakaria mengatakan, anomali cuaca La Nina terjadi akibat suhu permukaan laut naik. Sehingga berpotensi menimbulkan penguapan air lebih tinggi dari biasanya.

“Untuk Aceh kita kan beberapa waktu lalu sudah memasuki La Nina dimana hujan dengan intensitas tinggi terjadi secara terus menerus. Bahkan sempat terjadi banjir di beberapa daerah,” ungkap Zakaria kepada Okezone, Rabu (27/7/2016).

Zakaria menyebutkan, meski potensi terjadi hujan dengan instensitas tinggi kecil. Namun, pihaknya tetap meminta masyarakat untuk waspada hujan sedang serta petir yang diprediksi terjadi di wilayah barat dan selatan Aceh.

Selain itu, ia juga memperingatkan kondisi cuaca sama di timur dan utara Aceh serta wilayah tengah. Selain itu di daerah lainnya seperti perairan Sabang, Banda Aceh, Pulo Aceh hingga Aceh Jaya berpotensi gelombang tinggi dan angin kencang. Sementara di Aceh Singkil serta Nagan Raya beresiko terjadi kebakaran hutan.

“Di Aceh selama beberapa hari terakhir cuaca sudah mulai membaik. Kita sudah mulai cerah lagi cuacanya. Tapi di Nagan Raya dan Singkil itu rawan kebakaran hutan. Karena dua daerah itu hutannya tidak lebat, tandus dan mudah kering, sehingga beresiko kebakaran hutan,” jelasnya.

Anomali cuaca La Nina diprediksi akan terus berlangsung di Indonesia hingga September mendatang. Setelah La Nina, wilayah Indonesia kembali memasuki musim penghujan hingga akhir tahun.
(okezone)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini