Ulama Aceh Meninggal, Konser Sheila On 7 Diundur



BANDA ACEH – Rencana konser grup band papan atas Sheila On 7 di Aceh dipastikan bergeser dari jadwal sebelumnya. Pengunduran waktu ini diklaim lantaran masa konser dengan meninggalnya dua ulama kharismatik Aceh beberapa waktu lalu cukup berdekatan.

Diketahui 21 Juli lalu, dua ulama terkemuka Aceh, Pimpinan Dayah (pesantren) Ruhul Fata, Teungku H Mukhtar Lutfi atau lebih dikenal Abon Seulimuem dan Pimpinan Dayah Darussalam Labuhan Haji, Abuya Djamaluddin Waly meninggal dunia pada hari yang sama.

Meninggalnya kedua ulama ini hanya berselang sekira 18 jam. Abon Seulimuen saat subuh, sementara Abuya Djamaluddin saat menjelang tengah malam.

Project Director Syiar dan Syair Sheila On 7 The Light of Aceh, Ivan di Banda Aceh mengatakan, keputusan penundaan tersebut diambil tanpa ada unsur intervensi dari pihak manapun. Jadwal konser So7 yang ditentukan sebelumnya pada 30 Juli, dipastikan akan berlangsung pada 10 Agustus mendatang di Open Stage Taman Budaya, Banda Aceh.

“Dengan pertimbangan menghargai dan menghormati masa duka atas meninggalnya dua ulama kharismatik Aceh ini, kami memutuskan pelaksanaan Syiar dan Syair Sheila On 7 The Light Of Aceh, kami tunda hingga 10 Agustus 2016, dengan waktu dan tempat sama,” ujar Ivan, Rabu (27/7/2016).

Ivan mengaku, saat mengetahui kabar dua ulama kharismatik Aceh meninggal dunia, pihak Sheila on 7 juga turut berbelasungkawa. Saat itu juga, managemen mereka mencari waktu lain dan rela bila event tersebut ditunda.

Selain itu ia menegaskan, penyelenggara mewajibkan seluruh penonton yang akan menyaksikan penampilan perdana Sheila on 7 di Aceh agar menggunakan pakaian bernuansa islami sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

“Kami mewajibkan pengunjung tidak mengenakan pakaian ketat, tidak membawa narkoba, minuman beralkohol, senjata tajam dan senjata api,” tegas Ivan.

Tak hanya itu, Ivan juga memastikan, pihaknya tetap berkomitmen memisahkan penonton laki-laki dan penonton perempuan pada event Syair dan Syair Sheila on 7 The Light of Aceh ini.

“Kami ingin event ini menjadi pilot project pelaksanaan event di Aceh. Bagi yang memesan tiket masuk, harus memastikan diri bersedia dipisahkan antara penonton laki-laki dan penonton perempuan, kecuali keluarga,” pungkasnya.

Rencananya saat di Aceh, grup musik asal Yogyakarta yang beranggotakan Duta (vocal), Eros (gitar), Adam (bass), dan Bryan (drum) itu, akan menampilkan 12 lagu hits dari 10 album yang telah mereka keluarkan.
(okezone)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini