Aceh bertekad jadi destinasi wisata halal terbaik

Pemerintah Aceh bertekad menjadikan daerah itu sebagai tujuan wisata halal terbaik dunia yang dipromosikan lewat festival seni dan budaya lokal yang digelar secara berkelanjutan di provinsi itu.

"Kami menargetkan jumlah wisatawan lebih meningkat lagi, apalagi kita telah bertekad menjadikan Aceh sebagai destinasi wisata halal dunia yang terbaik," kata Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah di Meulaboh, Senin.

Pada sambutannya yang dibacakan Staf ahli Gubernur Bidang Keistimewaan dan SDM Helvizar Ibrahim pada pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) ke-II tahun 2016, Gubernur menyatakan, kunjungan wisatawan baik domestik dan mancanegara terus meningkat.

Disebutkan, pada 2015 kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 1,71 juta orang, terdiri dari 1,6 juta wisatawan nusantara dan 54 ribu wisatawan mancanegara atau meningkat 20,22 persen dari tahun 2014.

Pada acara yang turut dihadiri Kadisbudpar Aceh Reza Fahlevi, Gubernur Zaini mengatakan, Provinsi Aceh yang terdiri dari 23 kabupaten/kota memiliki prospek bisnis pariwista halal yang sangat menjanjikan, karena semua sendi kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan berbasis syariat Islam.

Beberapa daerah telah aktif melaksanakan, termasuk Kabupaten Aceh Barat, kegiatan demikian semakin penting untuk dilakukan guna mengenjot sektor pariwisata Aceh sebagai salah satu andalan dalam memajukan pembangunan.

"Dalam wisata halal ini ada beberapa jenis usaha yang harus dapat kita pastikan kehalalannya, arti dari wisata halal ini adalah semua proses dan prosedur harus dilakukan sesuai aturan syariat," tegasnya.

Zaini menjelaskan, halal yang dimaksudkan adalah jenis-jenis usaha seperti hotel halal, makanan dan minuman halal, paket wisata halal dan destinasi wisata yang ditunjang oleh fasilitas pendukung yang berstandar halal dan sebagainya.

Lebih lanjut dikatakan, pembangunan seni budaya harus disatukan dengan "Dinul Islam", karena keduanya melekat erat dalam kehidupan masyarakat Aceh, menghidupkan seni budaya adalah upaya mengkokohkan identitas diri, sekaligus sikap kepedulian pada sejarah, bukan hanya memperkuat semangat kedaerahan.

Menurut Zaini, kecenderungan pada generasi muda di Aceh mulai melupakan budaya sendiri, karena itu seluruh kabupaten/kota di Aceh dimintakan untuk bisa aktif menyelenggarakan festival budaya untuk mendorong tidak terlupakannya identitas diri.

"Jika hal ini terus dibiarkan, kiamat budaya bakal menimpa Aceh, kita akan menjadi masyarakat global tanpa identitas diri. Untuk mengatasi hal ini kita harus mengangkat kembali seni budaya daerah ketengah masyarakat," katanya menambahkan.

Pemprov Aceh menaruh harapan pada Aceh Barat dan masyarakatnya agar semakin memperkuat sektor budaya dan pariwisata demi tercapainya pembangunan lebih baik bidang budaya dan wisata serta dapat memperkuat kebersamaan dan perdamaian. (ANT)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini