Banda Aceh Diharapkan Bisa seperti Stockholm

Berbagai inovasi telah dihasilkan oleh Banda Aceh sehingga kota ini memerima berbagai penghargaan.

Dalam kurun waktu 2009-2015, kota di utara Pulau Sumatera ini diakui mampu membenahi layanan umum berkat aplikasi e-Kinerja.

Menurut Executive Director Transformasi, Juni Thamrin, teknologi memang sangat membantu pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.

Hal tersebut sudah dibuktikan kota-kota maju karena memanfaatkan teknologi, seperti di Stockholm, Swedia.

"Di Stockholm, yang menarik, dinas kebersihan hanya dijalankan oleh 4 orang. Namun, bekerjanya efektif dan kota tetap bersih," ujar Juni saat paparan e-Kinerja di Jakarta, Kamis (8/9/2016).

Ia menuturkan, Banda Aceh sempat mengalami musibah tsunami pada 2006 dan menjadi kota yang porak-poranda.

Setelah musibah tersebut, kota ini pun berkejaran dengan waktu untuk membenahi sistem pemerintahan.

Juni menuturkan, jika tidak tegar, tentu Pemerintah Kota Banda Aceh akan terseok-seok mengurangi ketertinggalan dengan kota-kota lain yang sudah membangun.

Namun, ternyata Banda Aceh terbukti mampu melewati tantangan tersebut, bahkan dapat melampaui kota-kota lainnya di Indonesia.

Hal ini bisa dilakukan karena wali kota sudah menyadari perlunya inovasi, salah satunya melalui aplikasi e-Kinerja.

"Stockholm juga begitu, tidak tiba-tiba seperti sekarang. Ada prosesnya. Kalau birokrasi tidak dibenahi, malah jadi beban," kata Juni.

Secara teknis, sistem e-Kinerja terkoneksi ke data elektronik dan aplikasi lain yang dikelola oleh pemerintah kota.

Pemimpin pemerintahan, baik itu wali kota, wakil wali kota, maupun sekretaris daerah bisa menarik data dari berbagai sumber.

Para pejabat ini juga bisa membandingkan kemajuan pekerjaan masing-masing departemen terhadap sasaran tahunan dan bulanan.

E-Kinerja ini sangat mendukung reformasi birokrasi di Banda Aceh karena mampu mengukur kinerja PNS sehingga menentukan penghargaan atau sanksi.

Kedua, pemimpin mendapatkan gambaran tentang tingkatan beban kerja di berbagai pekerjaan dan departemen.

Dengan begitu, pemerintah bisa mengatur kembali tenaga kerja dan organisasi. Keunggulan e-Kinerja lainnya adalah memahami jenis kegiatan yang dilakukan staf.

Tindak lanjutnya, pemerintah bisa menentukan pelatihan dan meningkatkan prosedur operasional standar.

sumber  : Kompas.com
Penulis    : Arimbi Ramadhiani
Editor     : Hilda B Alexander
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini