DPR Pertanyakan Persyaratan Harus Orang Aceh yang Pimpin Aceh

Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy mempertanyakan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Aceh soal syarat untuk maju sebagai kepala daerah di Aceh harus orang Aceh asli.
 
“Kita minta ketegasan apakah untuk maju sebagai kepala derah di Aceh harus orang aceh asli?,” kata Lukman Edy saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/9/2016).

“Yang dimaksud orang Aceh itu gimana? Apakah dia lahir di Aceh atau berdasarkan keturunan Aceh?” ujarnya bertanya.

Ketua KPU Juri Ardiantoro mengatakan, dalam proses penyususnan PKPU ada tahap uji publik. Sehingga ada usul dari masyarakat Aceh agar tidak hanya WNI sebagai syarat untuk maju, tetapi juga warga Aceh, ujarnya pada rapat dengan Komisi II DPR, Senin (5/9/2016).

“Saat menyusun draf PKPU ada tahap uji publik. Jadi publik memberi catatan terhadap PKPU. Ada rombongan Aceh yang memberi masukan bahwa tidak hanya syarat Warga Negara Indonesia (WNI), tapi juga harus warga Aceh,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Lukman Edy menegaskan bagaimanapun, sikap Komisi II jelas ingin mengembalikan PKPU agar sesuai dengan UU yang berlaku, padahal dalam UU Pilkada disebutnya syaratnya cukup WNI.

Sebelumnya di dalam UU PKPU pasal 12 disebutkan jika calon kepala daerah di Provinsi Aceh harus memenuhi syarat sebagai orang asli Aceh. Dalam UU PKPU No 6 Tahun 2016 tentang Pilkada di daerah otonomi khusus itu muatannya disinyalir mengarah pada primordalisme, kata Lukman Edy.



Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Hila Japi
Sumber : Netralnews.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini