Gampong Ie Lhop Aceh Barat Daya Keluarkan Larangan Tangkap Burung

Aparatur Gampong Ie Lhob, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, segera mengeluarkan Qanun (peraturan desa) tentang larangan penangkapan burung liar, sehingga kelestarian lingkungan dapat terjaga sepanjang masa.

Geusyik Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan, M Ali di Blangpidie, Selasa mengatakan, selain larangan penangkapan burung, aparatur desa saat ini juga sibuk-sibuknya membahas qanun larangan menangkap ikan air tawar di daerah aliran sungai (DAS) dengan cara mengunakan racun ataupun setrum listrik.

"Dulu cukup banyak ikan ataupun udang yang hidup di sungai desa. Warga yang bermalam di lahan kebun pala waktu itu tidak perlu harus repot-repot bawa menu masakan dari desa, karena ikan yang berada di sepanjang aliran sungai itu cukup banyak dan mudah kita tangkap dengan alat tradisonal," ujar dia.

Sekarang, lanjutnya, populasi udang dan ikan di daerah aliran sungai desa sudah mulai menghilang akibat maraknya penangkapan ikan dengan menggunakan setrum listrik dan pengaruh racun hama jenis insektisida dan obat-obatatan pertanian lainnya ketika masyarakat mencuci alat penyemprotan di sungai.

"Dengan telah dikeluarkan qanun desa ini, tentu nantinya tidak lagi warga yang mencuci alat penyemprotan di daerah aliran sungai, sehingga kebersihan air yang mengalir dari kawasan Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) tetap terjaga sepanjang masa," katanya.

Bukan saja larangan tangkap burung yang dikeluarkan, akan tetapi, pihak aparatur desa juga segera mengeluarkan aturan terhadap penebangan pohon di sisi kiri kanan sungai termasuk larangan penangkapan burung.

"Suara kicauan burung di pagi hari kini sudah jarang terdengar. Karena  selama ini banyak pihak-pihak yang tidak bertangungjawab melakukan perburuan demi memperoleh keuntungan tanpa menghiraukan kelangsungan habitanya," ujarnya.

Akibat maraknya perburuan, lanjut dia, beberapa jenis burung yang dahulunya hidup di kawasan pedesaan kini sudah mulai menghilang dan bila tidak segera dikeluarkan larangan maka dikhawatirkan beberapa tahun ke depan suara kicauan burung di pagi hari tidak terdengar lagi.

"Oleh karena itulah, kami seluruh aparatur desa bersepakat terus bekerja siang dan malam untuk menyusun qanun desa ini dengan melibatkan seluruh tokoh-tokoh masyarakat, anggota Tuha Peut dan Tuha Lapan (LKMD) tokoh pemuda. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini segera kita umumkan hasilnya," demikian M Ali.

Sumber : ANTARA
Foto : Fachrul Razi
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini