Longsor Aceh Utara, Warga Mengungsi

Sebanyak 10 kepala keluarga (KK) dari 37 KK warga Dusun Bina Baru, Desa Leubok Pusaka, Aceh Utara memilih mengungsi ke dusun tetangga yaitu Dusun Bidari, Desa Leubok Pusaka.

Hal itu dipilih warga setelah terjadinya longsor yang menutup badan jalan di kawasan pedalaman Aceh Utara itu tiga hari terakhir ini. Mereka memilih mengungsi ke rumah keluarganya untuk sementara waktu, hingga akses jalan normal kembali.

Saat ini, setidaknya dua ruas jalan  menuju Dusun Bina Baru, Desa Leubok Pusaka, tidak bisa dilalui.

“Jika pun bisa dilalui, resikonya sangat besar sekali. Dikhawatirkan mengalami kecelakaan,” sebut Kapolsek Langkahan, Ipda Sudiarno, Rabu (5/10/2016).

Dia menyebutkan, jika terjadi hujan deras, tidak tertutup kemungkinan longsor susulan akan terjadi lagi. Pasalnya, perbukitan kawasan itu berpotensi longsor dan menutup badan jalan.

“Jalan yang putus itu untuk sementara diletakan papan dulu agar bisa dilalui sepeda motor,” ucapnya.

Dia mengimbau bagi masyarakat yang melintasi kawasan itu harus ekstra hati-hati. “Jangan sampai terjatuh dan cedera,” kata dia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara menyebutkan, longsor yang terjadi di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara mengakibatkan dua jembatan di kawasan itu ambruk. Selain itu, sepajang 1,5 kilometer jalan hingga kini masih tertutup tanah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Munawar menyebutkan, telah mendatangi lokasi longsor itu.

“Untuk sampai ke lokasi, harus berjalan kaki melalui jalan setapak sepanjang 1,5 kilometer lebih. Karena jalan yang biasa dilintasi warga di kawasan itu sudah tertimbun longsor,” ujar Munawar.

Dua jembatan yang ambruk itu berkontruksi kayu. Sehingga akses masyarakat pedalaman itu ke pusat kota lumpuh total. Untuk melintasi jembatan itu, sambung Munawar, sementara ini masyarakat meletakkan kayu dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

“Saya segera laporkan temuan lapangan ini ke bupati. Solusinya kita harus bersihkan tanah yang menimbun badan jalan dan merehab jembatan itu sesegera mungkin,” terang Munawar.

Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib menyatakan telah mengintruksikan seluruh perangkat daerahnya untuk segera membersihkan tanah yang menimbun badan jalan.

“BPBD dan Dinas Bina Marga segera mengambil langkah untuk membuka isolasi kawasan pedalaman itu. Lumpur yang menutup badan jalan harus segera dibersihkan,” ucap pria yang akrab disapa Cek Mad itu.

Sumber  : Kompas.com
Penulis    : Masriadi 
Foto        : ilustrasi
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini