Survei: Tersangka, Elektabilitas Ahok-Djarot Turun Tajam

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan) didampingi calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat dan tim pemenangannya memberikan keterangan terkait penetapan Ahok sebagai tersangka di Rumah Lembang, Jakarta, 16 November 2016. ANTARA FOTO


TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) menyebutkan elektabilitas pasangan calon inkumben, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, mengalami penurunan tajam pasca-Ahok ditetapkan sebagai tersangka.

"Turun tajam menjadi 10,6 persen sekarang," ujar peneliti dari LSI, Ardian Sopa, di kantor LSI, Jakarta Timur, Jumat, 18 November 2016.

Elektabilitas Ahok tersebut mengalami penurunan 14 persen. Sebelumnya, survei LSI mencatat elektabilitas Ahok sebelum menjadi tersangka adalah sebesar 24,6 persen.

Sopa menambahkan, Ahok ditinggalkan sekitar 60 persen pendukung lamanya. Ia mengatakan basis dukungan Ahok, yaitu kelompok nonmuslim, pendidikan tinggi, pendapatan atas, bahkan pemilih PDIP seakan-akan beramai-ramai meninggalkan Ahok.

Baca Juga: Ahok Yakin Menang 1 Putaran, Setya: Tergantung Sopan Santun

Ditetapkannya Ahok sebagai tersangka juga turut mempengaruhi elektabilitas dua calon pasangan lain. Elektabilitas pasangan lain, yaitu Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, justru mengalami peningkatan.

Berdasarkan survei LSI, elektabilitas pasangan Anies-Sandi naik dari 20 persen (sebelum Ahok tersangka) menjadi 31,9 persen (setelah Ahok tersangka). Sedangkan pasangan Agus-Sylvi dari 20,9 persen naik menjadi 30,9 persen. Dengan data ini, maka elektabilitas pasangan Ahok-Djarot berada di urutan ke-3.

Menurut Sopa, jika situasi ini terus berlanjut, Ahok berpotensi tersingkir di pemilihan putaran pertama. "Jika ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Ahok berpotensi tergusur di putaran pertama."

Survei LSI tersebut dilakukan pada 31 Oktober 2016 hingga 5 November 2016 dengan jumlah responden 440 orang. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error-nya adalah plus-minus 4,8 persen.

Simak: Demo Bela Islam Jilid III, Kapolri Minta Jumlahnya Dibatasi

Sopa mengatakan survei ini memang dilakukan sebelum penetapan Ahok sebagai tersangka. Namun, ia mengatakan dalam surveinya, responden telah ditanya mengenai dukungannya bila Ahok menjadi tersangka. "Dalam item pertanyaan tercantum pertanyaan bila Ahok menjadi tersangka."

DENIS RIANTIZA | SETIAWAN ADIWIJAYA - TEMPO.CO

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini