40 Desainer Muda Kota Medan Meriahkan Medan Fashion Week 2017



Medan Fashion Week garapan Boesa Management kembali diselenggarakan pada 26 Desember hingga 01 Januari 2017 di Atrium Plaza Medan Fair. Sekitar 40 desainer muda di Kota Medan dengan 120 karyanya akan ditampilkan pada gelaran tahunan tersebut. Sekitar 60 model juga akan mewarnai panggung Medan Fashion Week.

Medan Fashion Week kali ini mengangkat tema ‘Wonderful Indonesia’. Budi selaku Ketua Penyelenggara mengaku akan menampilkan berbagai jenis pakaian, mulai dari baju etnik, busana ready to wear, hingga busana muslim. Selain diwarnai oleh model lokal Medan, event ini juga akan diramaikan oleh para model yang telah berkontribusi di ajang Aceh Fashion Week.

“Nantinya, tanggal 26-29 Desember 2016 akan ditampilkan baju dari seluruh tenant yang ada di Plaza Medan Fair. Nah, tanggal 30 Desember 2016 hingga 01 Januari 2017 mendatang, akan ditampilkan busana dari para desainer tadi. Nanti juga akan didatangkan seluruh model yang telah memenangkan kompetisi Aceh Fashion Week ke acara ini,” tambah Budi.

Nama-nama seperti Miltiades Mendrofa, Sri Yulianti, Fransiska Girsang, Zulfa Munir, Iga Pratiwi, Surani, dan Averiana Barus akan turut menghadirkan busana para model di panggung Medan Fashion Week 2016.

Tidak hanya itu, Boesa Management di tanggal 01 Januari 2016 pukul 16.00 WIB akan mengadakan parade busana karnaval oleh para peserta lomba busana karnaval. Parade tersebut akan dilaksanakan mulai dari Bundaran Bukopin atau SIB hingga Atrium Plaza Medan Fair.

“Nantinya, para model akan mengenakan baju karnaval dari bundaran bukopin hingga atrium Plaza Medan Fair. Bayangin mereka pakai baju yang berat dan dengan high heels yang tinggi banget. Itu susah. Nanti juga akan diiringi marching band. Jalan untuk beberapa jam akan kami tutup pokoknya,” tambahnya.

Budi juga mengatakan alasannya menggelar kegiatan ini di tempat terbuka agar seluruh masyarakat dari berbagai kalangan dapat tahu mengenai fashion. Budi bersama seluruh desainer Medan ingin menumbuhkan kecintaan masyarakat melalui fashion.

“Aku tidak mau kesannya fashion itu eksklusif. Aku mau semua orang tau tentang fashion. Kalau dibuat di hotel, kan hanya kalangan tertentu saja yang dapat menyaksikannya, segmennya terbatas. Kami tidak mau seperti itu,” ungkapnya menutup perbincangan dengan IMAJI. (www.tabloidimaji.com)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini