Paslon Cabub-Cawabub Pidie nyaris bentrok saat debat

Debat kandidat Calon Bupati-Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Pidie ditunda, menyusul ada yang protes penggunaan peci merah oleh salah satu pasangan calon (Paslon), berbuntut panjang, Selasa (10/1). Usai keluar dari ruangan debat kandidat di Hotel Grand Blang Asan, Sigli.

Pergi.com bagi-bagi voucher tiket pesawat Rp 100,000Massa pendukung nomor urut dua Roni Ahmad-Fadhlullah, nyaris bentrok dengan pendukung paslon nomor urut tiga, Sarjani AbdullahM Iriawan. Namun, situasi cepat bisa dikendalikan oleh pihak kepolisian dan sekarang sudah kondusif.

Kejadian nyaris bentrok ini usai paslon nomor urut dua walk out dari debat kandidat. Saat keluar dari ruangan dan berpas-pasan di pintu keluar, terjadilah pemukulan yang menimpa paslon nomor urut tiga. Sehingga terjadilah kerumunan massa dan nyaris bentrok antar pendukung.

Namun, pihak kepolisian yang sudah siaga di lokasi debat, langsung meleraikan kerumunan massa. Kondisi keamanan pasca bentrok di Pidie sudah terkendali dan kondusif.

Kapolres Pidie, M Ali Kadhafi mengatakan, adanya kesalahpahaman dalam acara debat publik kandidat calon Bupati dan wakil Bupati Pidie periode 20172022. Padahal sebelumnya sudah dilakukan teknical metting. Pihaknya akan menindak tegas terhadap pelaku pemukulan yang terjadi di acara itu.

"Korban sudah melapor dan menunggu hasil visum, dan kita sedang meminta keterangan saksisaksi untuk kita tindak lanjuti," kata M Ali Khadafi .

Ali Khadafi meminta kepada masyarakat Pidie agar tidak mudah tersulut emosi dengan berbagai macam bentuk provokasi jelang Pilkada di Pidie. Kepada masyarakat, agar tenang dalam menyelesaikan berbagaimacam persoalan.

"Saya harap kedua pihak untuk tenang, masyarakat Pidie ini orang yang bermartabat, setiap persoalan bisa diselesaikan," kata dia. (Afif - Merdeka.com)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini