Naufal Penemu Pembangkit Listrik dari Pohon Kedondong Diincar Jerman


Ramainya pemberitaan media tentang penemuan sumber listrik dari pohon kedondong oleh Naufal Raziq bocah asal Kota Langsa, Aceh, membuat seorang ilmuwan dari Jerman mengirim orang kepercayaannya mendatangi kediaman orangtua Naufal Raziq di Kota Langsa, Aceh.

Supriaman, ayah Naufal menceritakan, setelah temuan anaknya ramai diberitakan oleh media lokal dan nasional, pada saat itu ada orang Indonesia yang mengaku utusan dari ilmuwan di Jerman untuk menawarkan kerjasama dan beasiswa di Jerman.

"Mereka menawarkan beasiswa ke Jerman. Tapi saya bilang kerja sama saja dengan Pertamina EP karena yang membantu kami mereka," imbuhnya.

Selain itu ada lagi beberapa lembaga yang menawarkan kerjasama penemua anaknya tersebut," ujarnya saat ditemui Rabu (10/5/2017).

Dia menceritakan, selama melakukan penelitian dirinya kerap mengeluarkan uang untuk membiayai penelitiannya atau eksperimen anaknya. Meski berat, dirinya yakin anaknya bisa sukses.


"Saya pinjem bank sebesar 15 juta untuk biayai eksperimen anak saya," kata dia, bangga.

Supriaman menjelaskan, usahanya meminjam uang ternyata berhasil membuat Naufal juara di tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi.

"Dari sana kami diajak kerjasama dengan Pertamina EP. Sejak saat itu kami dibantu mereka. Maka kalau ada yang mau membantu kami ya harus lewat Pertamina EP," imbuh dia.

Supriaman juga mengucapkan terima kasih kepada Pertamina EP yang telah mendukung penemuan anaknya, termasuk dukungan beasiswa Naufal hingga kuliah.

"Pertamina EP juga telah membantu pengurusan hak paten pembangkit listrik menggunakan pohon kedondong dari Kementerian Hukum dan HAM," ujarnya.

Saat ini temuan Naufal sudah dipatenkan dengan judul inovasi pembangkit listrik menggunakan pohon kedondong.

Temuan itu diajukan pada 23 September 2016 lalu. Lalu Dirjen HAKI mengumumkan temuannya itu pada 27 Januari 2017 dengan nomor publikasi 2017/S/00085.

Ingin kuliah di ITB

Naufal, sang penemu sumber listrik dari pohon kedondong setahun lagi lulus ke jenjang sekolah tingkat akhir.

Dia bimbang menentukan sekolahnya karena untuk mengembangkan temuan listrik dari pohon kedondong harus memiliki akses yang mudah. Beberapa mentornya dari PT Pertamina EP menyarankan untuk bersekolah di Jawa.

Naufal Raziq mengatakan, sudah banyak yang menawarkan untuk bersekolah di luar negeri. Namun dirinya ingin sekolah di Indonesia.

"Saya mau sekolah di ITB. SMA nanti bisa SMA 3 Bandung," ungkap dia, Rabu (10/5/2017).

Dia mengatakan, dirinya ingin menjadi ilmuwan dan peneliti listrik. Untuk itu, dirinya akan terus mengembangkan temuannya sampai berhasil dan bisa mendatangkan manfaat bagi anak-anak Indonesia yang tidak memiliki listrik sampai saat ini.

"Saya mau menerangi Aceh, masih banyak desa yang tidak punya listrik," ungkap dia.

Jika Aceh sudah terang, Naufal akan menerangi berbagai daerah di Indonesia, bahkan kalau perlu di dunia.

"Pohon kedondong pagar ini bertahan raturan tahun, kalau membuat listrik dari pohon sama saja melestarikan pohon karena kita akan rajin menanam," ujar dia.

Dia mengatakan, di Jawa pohon jenis ini ada di Bogor, sementara di NTT juga ada. "Sudah ada yang minta dari NTT," kata dia. Maklum masih banyak desa di NTT yang belum teraliri listrik. (TribunJateng.com)

sumber : riaugreen
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini