Wakil Gubernur Aceh Buka Mukerprov PMI Aceh ke 6, Ini Harapannya

Ketua PMI Aceh Ir. Teuku Alaidinsyah saat bertemu dengan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Pendopo.
Banda Aceh - Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh menggelar Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) ke 6 di Anjong Monmata Pendopo Gubernur Aceh, Jumat 8 Desember 2017 malam.

Mukerprov PMI Aceh ke 6 ini dibuka oleh Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Dia menyambut baik kerja-kerja PMI Aceh yang selama ini tetap fokus pada kerja kemanusian yang membatu masyarakat yang terkena musibah bencana. 

“Kami sangat mengapresiasi kerja-kerja relawan PMI Aceh, PMI yang kerja ikhlas untuk kemanusian, kedepan akan disingkronkan dengan BPBA dan BPBD, sehingga tetap fokus pada penanganan bencana untuk masyarakat yang tertekena bencana,” kata Nova Iriansyah saat membuka Mukerprov PMI ke 6.

Ketua PMI Aceh Ir. Teuku Alaidinsyah mengatakan, Mukerprov PMI Aceh ke 6 ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas relawan PMI yang sudah menyebar di seluruh wilayah di Aceh. Ini dilakukan melalui pendidikan khusus standar PMI. Selain itu kata Ir. Teuku Alaidinsyah, organisasi yang lahir pada 17 September 1945 itu tetap membantu pemerintah dibidang bencana dan donor darah serta kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan, ini sesuai dengan perintah undang-undang.

“PMI ini terus meningkatkan kualitas para relawan, ini menjadi perioritas kami, dan PMI tetap membangun baik dengan lembaga mitra pemerintah seperti BPBA dan BPBK,” kata Ir. Teuku Alaidinsyah, Jumat 8 Desember 2017 malam. Menurut Ir. Teuku Alaidinsyah, PMI Aceh akan terus melakukan evaluasi pelaksanaan kerja PMI Aceh, ini dilakukan untuk memastikan semua program kerja yang sudah ditergetkan itu terlaksana dengan baik. “Ini salah satu tujuan diselenggarakan Mukerprov, membahas evaluasi pelaksanaan kerja dan menyusun rencana kerja selanjutnya,” ujar Ir. Teuku Alaidinsyah. Pada Mukerprov PMI Aceh ke 6 ini kata Ir. Teuku Alaidinsyah, juga membahas tentang upaya unit donor darah PMI untuk di wilayah tengah dan barat selatan yang selama ini hanya ditangani oleh rumah sakit. “Sekarang Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Selatan sedang dibangun rumah sakit regional, maka kebutuhan darah meningkat, diharapkan relawan PMI mampu mengumpulkan darah,” katanya.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini