Diduga Korban Politik Pilkada,Ratusan Petugas Kebersihan dipecat

Foto Ilustrasi 

Suka Makmue- Ratusan petugas kebersihan yang selama ini bekerja di DLH Kabupaten setempat,selasa(23/05) mendatangi gedung DPRK,guna untuk mencari keadilan pasca pemecatan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten setempat.
   Kedatangan pencari keadilan tersebut,diterima langsung oleh politisi Partai Aceh yang juga merupakan Wakil Ketua DPRK Nagan Raya Samsuardi,SH di Ruang sidang Anggaran Kantor DPRK Kompleks Perkantoran Suka Makmue.
    Dalam pertemuan dengan puluhan mantan petugas kebersihan tersebut,Wakil Ketua DPRK Samsuardi,SH atau sering disapa Juragan,juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra H.Said Azman,SH,Plt Kepala BKP-SDM H.Agusdi,S.Sos,Kabag Umum dan Humas Setwan Hasan Jauhari,SE serta Kabag Risalah Tamtawi,SH.
    Pemecatan yang dilakukan terhadap ratusan petugas kebersihan tersebut,menurut Malasari tanpa ada pemberitahuan serta SK pemberhentian dari Dinas terkait,sehingga dengan rasa tak percaya,esok paginya pekerjaan yang selama ini dikerjakan sudah beralih ke tangan orang lain.Dan ini merupakan tindakan yang tidak adil terhadap ratusan petugas kebersihan yang di pecat tanpa kesalahan dalam disiplin kerja,melainkan dijadikan korban politik pada pilkada yang lalu.
    Dengan berlinang air mata,janda yang memiliki tiga anak tersebut kepada Wakil Ketua DPRK mengatakan,ianya sudah 8 tahun berkerja sebagai petugas kebersihan di Kompleks Perkantoran Suka Makmue,hanya karena korban politik dirinya serta ratusan petugas kebersihan lainnya dipecat dari tenaga kontrak di Dinas Lingkungan Hidup.Dan kepada Juragan selaku Wakil Rakyat meminta,agar persoalan tersebut dapat ditangani terus,sehingga pekerjaan sebagai petugas kebersihan dapat dikembalikan oleh Bupati Kabupaten setempat ataupun dinas terkait.
     Selain itu Malasari selaku juru bicara juga menambahkan,jika persoalan tersebut tidak direspon oleh Pemkab serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten setempat,maka pihaknya akan terus mencari keadilan dengan melibatkan massa ratusan petugas kebersihan yang lebih banyak lagi.
    Sementara itu Juragan mengatakan,untuk persoalan pemecatan terhadap ratusan petugas kebersihan tersebut,dirinya akan berjuang dan meminta terhadap Bupati dan Dinas terkait untuk mengembalikan pekerjaan sebagai ternaga kontrak kebersihan.Pasalnya jangan karena beda politik di pilkada yang lalu,janda miskin serta orang yang tidak mampu menjadi korban.Menurut juragan perbedaan warna sudah berakhir dan saatnya sekarang membangun Nagan kearah yang kebih baik,bukan pecat memecat yang harus dikedepankan.
   Untuk itu,Juragan akan mengawal persoalan tersebut sampai tuntas,dan persoalan terindasnya janda miskin serta masyarakat kurang mampu jangan main main,pasalnya orang seperti harus dilindungi bukan di zalimi.Ingatlah kata juragan,jabatan hanya sementara tapi menzalimi orang yang teraniaya akan mendapatkan balasan yang setimpa dari Allah Swt.Untuk itu,Juragan meminta terhadap pejabat Pemkab tersebut,persoalan pilkada sudah selesai,dan mari rangkul semua masyarakat di segala elemen,untuk mewujudkan Kabupaten setempat ke arah yang lebih baik lagi.
  Dan untuk menuntaskan persoalan tersebut,pada hari jum'at (25/5) pihaknya akan memanggil Bupati Nagan Raya serta pejabat terkait,guna untuk dapat menuntaskan persoalan yang mengakibatkan kehilangan tempat kerja terhadap ratusan petugas kebersihan.Dan persoalan ini harus segera ditindak lanjuti dan tidak boleh dipeti eskan,agar dapat menyelamatkan kehidupan para anak janda serta masyarakat miskin di wilayah Kabupaten setempat.

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini