6 MAKANAN BUKAAN SPESIAL DI ACEH

1. Kanji Rumbi Sekilas tampilannya mirip bubur ayam. Ia memiliki tekstur lembut dan sama-sama diolah dari beras. Namun, menu makanan ini bukan bubur ayam. Melainkan kanji rumbi, yang hanya dibuat dan disajikan saat Ramadan. Bubur itu diracik bersama rempah-rempah. Maka itu, selain rasanya lezat, konon punya khasiat untuk kesehatan. Ada pun komposisi dasar kanji rumbi ini antara lain, beras, wortel, daun sop, daging atau udang. Sementara bumbunya khusus yang diracik dari lada, lengkuas, dan bahan lainnya. Di Banda Aceh, beberapa masjid masih menyediakan kanji rumbi untuk masyarakat berbuka puasa. Misal di Masjid Alfurqan Beurawe. Setiap hari, panitia masjid memasak kanji rumbi dalam dua wajan besar. Menu tersebut nantinya akan dibagi-bagikan kepada warga yang datang dan hendak berbuka puasa. 2. Sambai oen peugaga Aceh terkenal dengan kekayaan dedauanannya. Berbagai daun selalu bisa diolah menjadi masakan yang lezat. Salah satunya yakni lalapan khas kota Serambi Mekkah yaitu, Sambai Oen Peugaga, yang sudah sangat jarang ditemui. Uniknya, sambal lalap ini dibuat dari 44 jenis daun-daunan, lho! Sehat banget, ya sekali suap langsung dapat khasiat dari 44 jenis daun tersebut. lalapan ini selalu dicari saat Ramadan untuk menu buka puasa dan sahur. Selain rasanya yang nikmat dengan campuran pedasnya, Sambai Oen peugaga juga memiliki sejuta manfaat yang dihasilkan dari berbagai jenis daunnya. Proses memasaknya tak sembarangan. Salah langkah sedikit saja bisa menimbulkan bau kurang sedap yang menyengat, yang dihasilkan dari dedaunan. Sebelum dipotong-potong, semua dedaunan itu diuapkan terlebih dahulu minimal 5 menit. Lalu diremas kembali hingga kering sebelum dicampurkan dengan bumbu. Adapun bumbu yang digunakan adalah cabai, kelapa parut yang sudah disangrai, bawang merah, asam sunti, dan sedikit potongan udang. 3. Ie Bu Peudah Makanan yang satu ini memiliki keunikan tersendiri karena terbuat dari 44 jenis tanaman dan dedaunan hutan. Mulai dari lada, lengkuas, kunyit, cengkeh, kelapa, hingga daun pandan. Dengan bahan-bahan itulah, ie bu peudah memiliki cita rasa yang pedas, berbeda dengan menu takjil lainnya yang cenderung manis. 4. Boeh rom rom Bagi sebagian masyarakat Aceh mengenalnya dengan sebutan boh rom-rom, namun ada juga yang menyebutnya boh meucroet. Sajian kue kecil ini memang terbilang lucu, dari sekian banyak namanya masih ada juga yang akrab mengenal kue ini dengan nama boh duek beudeh, ada ada saja ternyata ya. Boh rom-rom memang bukan makanan langka, kue kecil yang menjadi pelengkap sebagai cemilan ini sering dijumpai dimana-mana. Bulan puasa misalnya, boh rom-rom bisa jadi sajian untuk berbuka. Rasanya yang manis dengan isi gula merah, berpadu dengan parutan kelapa menjadi sensasi tersendiri di mulut, apalagi saat gula merahnya pecah. Benar-benar terasa di lidah. 5. Lepat Gayo lepat gayo berbentuk bulat panjang yang dibungkus dengan daun pisang. Lepat gayo memiliki cita rasa manis yang terbuat dari tepung beras ketan yang dibubuhi kelapa dan gula di bagian tengahnya. zaman duhulu masyarakat Gayo membuat lepat ini secara bergotong royong di rumah adat. yang membedakan Lepat dengan makanan lain ialah Lepat lebih lama bertahan dan tidak mudah basi. 6. Mie Caluk Mi caluk merupakan masakan khas tradisional Aceh yang mirip dengan spageti. Rasanya pun dijamin lezat dan bikin nagih. Mi caluk menjadi makanan primadona di Aceh, terlebih di bulan Ramadan banyak diburu warga. Terutama yang lebih dikenal saat ini dengan mi caluk grong-grong, Kabupaten Pidie. Karena memang kuliner tradisional Aceh ini banyak dijajakan di Pasar Grong-Grong lintasan Banda Aceh-Medan. SUMBER https://bacaberita96.com/2018/05/20/6...
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini