3 PEMAIN BOLA ASAL ACEH YANG GO INTERNASIONAL




Syaffarizal Mursalin Agri ( lahir di Lhokseumawe, Aceh, 8 Agustus 1992 yang biasa dipanggil Farri Agri ,adalah pemain sepak bola Indonesia yang memperkuat Al Khor SC.Farri memulai karier di klub junior Al Khor kemudian direkrut oleh Aspire Academy pada tahun 2008. Kemudian Farri kembali ke Al Khor untuk bermain di level senior dengan total bermain sebanyak 6 kali namun tidak 1 gol pun ia ciptakan untuk Al Khor. Di Tahun 2015, Farri bergabung dengan Al Ahli. Dia membuat debut liga untuk klub pada tanggal 27 September,= 2015Farri sempat dipanggil Timnas U- 23 pada Januari 2011 untuk Kualifikasi Olimpiade 2012.Meskipun akhirnya ia tidak masuk seleksi, namun tidak menghalangi cita - citanya untuk membela Timnas Indonesia. Farri berpindah ke kota Al Khor, Qatar bersama keluarganya pada saat dia berusia 4 tahun, dia menetap dan akhirnya berkarier di dunia sepak bola.Farri sedang menjalani kuliah dan baru menyelesaikan semester dua di Universitas Stenden, Doha, Qatar. Farri merupakan mahasiswa jurusan International Business Management. Martunis (lahir di Banda Aceh, 2 Mei 1997) adalah salah satu anak Aceh korban tsunami Desember 2004 yang dikenal karena mendapat simpati dari bintang-bintang sepak bola Portugal. Martunis Sarbini sempat mengikuti jejak ayah angkatnya, Cristiano Ronaldo, untuk menjadi pesepakbola. Pada awal Juli 2015 lalu, Martunis  telah bergabung bersama salah satu akademi sepakbola terbaik di Portugal, yakni Sporting Club Namun karier Martunis bersama klub masa muda Cristiano Ronaldo tidak berlangsung lama. Dalam video yang diunggah melalu akun Youtube pribadinya, pemuda 20 tahun ini mengakui merasa cukup kesulitan dalam beradaptasi cuaca serta makanan di Eropa."Berada di sporting CP selama 1 Tahun sangat sulit, saya mengalami cedera selama 4 bulan lebih dan kemudian harus adaptasi cuaca, makanan dan bahasa. Semuanya itu butuh waktu dan Proses," Selepas menimba ilmu di kancah sepakbola Eropa dengan berlatih bersama Sporting Lisbon, Martunis mencoba peruntungan di sepakbola Indonesia. Pada bulan Februari 2017, Martunis mencoba mengikuti seleksi bersama klub Tanah Air, PS TNI U-21. Sayangnya, ia gagal lantaran mengalami cedera lutut. iswadi Idris (lahir di Banda Aceh, Aceh, 18 Maret 19 48 – meninggal di Jakarta, 11 Juli 2008) adalah salah satu pemain sepak bola legendaris Indonesia. Pemain yang dijuluki "Boncel" karena tubuhnya relatif pendek (tinggi 165 cm) ini termasuk pemain paling berbakat yang dimiliki Indonesia. Ia memperkuat timnas PSSI sebagai pemain gelandang pada era 1960-an dan 1970-an. Selama menjadi pemain, Bang Is, demikian ia akrab disapa, sangat menggemari nomor punggung 13.Berkat kepiawaiannya tersebut Bang Is berhasil menjadi pemain Indonesia pertama yang dikontrak oleh klub asing yaitu Western Suburbs, Australia di tahun 1974-1975 sebelum akhirnya kembali memperkuat Persija di Kompetisi 1975.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini