Tasyakkuran Dalam Ragam Beda Budaya.


Hujan rintik rintik rintik membasahi bumi, malam itu MInggu (21/12) dari kejauhan  terlihat sebuah panggung yang terang di sinari lampu, di belakang panggung tertulis ucapan terima kasih atas kepercayaan masyarakat di Daerah Pemilihan III Kabupaten Nagan Raya yang terdiri dari Kecamatan Kuala, Kuala Pesisir dan Tadu Raya atas mandat yang di berikan kepada Sigit Winarno Anggota DPRK Nagan Raya terpilih dari Partai Golongan Karya.

Sigit Winarno  adalah politisi Partai Golongan Karya, lahir di Boyolali, 38 Tahun yang lalu, Alumni SMU 3 Meulaboh dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Tinggi Di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara Nagan Raya. Sebelum menjadi wakil rakyat, Sigit Winarno adalah Kepala Desa di Gampong Rantau Selamat Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya. Sukses memimpin Gampong Rantau Selamat ia di dorong  oleh masyarakat yang dulunya adalah warga tranmigrasi untuk menjadi wakil rakyat di DPRK Nagan Raya

“ Iya benar saya memang di dukung oleh warga transmigrasi dan juga dukungan lainnnya dari seluruh komponen masyarakat di dapil  3 ini” sebut Sigit.

Sejak setelah di lantik sebagi anggota Legislatif pada tanggal 2 September 2019, ia memiliki nazar untuk dapat membangun komunikasi seluruh komponen masyarakat dengan pendekatan kebudayaan, Sigit sendiri adalah warga Nagan Raya dari suku jawa, di kabupaten Nagan Raya selain suku Aceh juga ada komunitas suku jawa dan suku suku lainnya.

“kita di Nagan Raya selain ada suku aceh juga ada suku jawa dan suku suku lainnya, namum perbedaan ini bukan berarti kita tidak bisa membangun silahturrahmi, nah budaya bisa memperat silahturrahmi kita” jelasnya.


Rintik hujan mulai reda, dari atas panggung samar samar terdengar tabuhan gamelan, malam itu akan ada pertunjukan wayang kulit yang merupakan salah satu rangkaian acara Tasyakkuran yang di gelar oleh Sigit Winarno, selain kesenian Jawa ia juga menggelar seni tradisi Aceh. Pertunjukan Rapai dan tari sekat juga menjadi bagian yang tak terpisahkan gelaran pertunjukan kesenian rakyat.

“ Bagi saya budaya itu harus di lestarikan bukan hanya di jaga, kebudayaan kita yang sangat kaya ini harus di perkenalkan kepada generasi muda, kalau bukan sekarang kapan lagi” Ungkapnya.

Pegelaran budaya dalam Tasyakkuran ini berlangsung selama tiga malam berturut turut, Selasa malam (24/12) di akhir acara ia menagucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak kegiatan e dengan sukses.







Share on Google Plus

Tentang Kami | Pedoman Media Siber Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2019. Aceh Info