Pesan Keselamatan & Saling Menghargai Dari Peuleukung

Ribuan Pengikut Tharekat Syathariah Abu Habib Muda Seunagan melaksaakan Shalat Idul Fitri 

Pagi sabtu (23/5) udara lembab, mendung mulai nampak di langit gampong Peuleukung Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya ProJvinsi Aceh. nampak beberapa laki laki mengunakan sarung memakai baju koko putih lengkap dengan kopiah khas Aceh, sedang melangkahkan  kaki menuju Mesjid Jamik Abu Habib Muda Seunagan, salah seorang laki laki berjalan pelan  sambil memegang tangan anak laki laki berumur sekitar 7 tahun yang kelihatannya memakai baju baru, tak ketinggalan peci yang sedikit longgar di kepalanya.

Nampak juga wanita paruh baya dan beberapa perempuan muda  memakai mukena putih berjalan persis di depan sebuah spanduk yang berisi himbauan yang di keluarkan oleh pengurus mesjid jamik Abu Habib Muda Seunagan  agar setiap jamaah yang akan mengikuti pelaksanaan shalat idul fitri untuk  mencuci tangan dengan sabun pada tempat yang di telah di sediakan, setiap jamaah di minta untuk membawa perlengkapan shalat masing masing dan menggunakan masker serta bagi warga yang baru tiba dari luar daerah (zona merah) agar  tidak ikut shalat berjamaah, sebelum mengisolasi diri selama 14 hari. Spaduk berisi himbauan itu telah di pasang satu hari sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Hal ini sebagaimana di sampaikan oleh Abu Said Mehrab Bin Abu Habib Qudrat.

“ Ia benar kita memang telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh jamaah yang akan mengikuti pelaksanaan shalat idul fitri tahun ini, tentunya dengan tetap mengikuti arahan atau himbauan yang telah di keluarkan oleh pemerintah” Katanya.

Hari sabtu itu,Mesjid Jamik Abu Habib Muda Seunagan melaksanakan Shalat Idul Fitri, satu hari lebih awal, hal ini dikarenakan para pengikut Tharekat Syathariah Abu Habib Muda Seunagan juga memulai pelaksanaan ibadah puasa  lebih awal satu hari dari saudara saudara muslim lainnya.

Beberapa orang pengurus mesjid terlihat sedang membagikan masker kepada jamaah yang tidak membawa masker, sedangkan yang lain melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum jamaah masuk kedalam komplek mesjid dan duduk pada shaf yang telah di siapkan.Pada shaf yang telah di siapkan terlihat jamaah membentangkan sajadah masing masing yang di siapkan dari rumah, duduk dengan rapi dan saling bertegur sapa dengan jamaah lainnya, tak ada keraguan untuk saling berjabat tangan sebab sebelumnya para jamaah telah mencuci tangan masing masing pada tempat yang telah di sediakan. Sayup sayup dari mulut jamaah terdengar lantunan zikir kepada Allah SWT jelang pelaksanaan shalat Idul Fitri tahun 1441 Hijriyah.

Dari mimbar, Teuku Raja Keumangan yang juga Anggota DPR Aceh Fraksi Partai Golongan Karya, bertindak sebagai Khatib mengajak seluruh jamaah untuk dapat mengikuti setiap protokol kesehatan yang telah di keluarkan oleh pemerintah dalam menghadapi musibah wabah corona yang sedang berlangsung di seluruh dunia, menurutnya protokol kesehatan yang di keluarkan oleh pemerintah adalah bagian dari ikhtiar menghadapi wabah corona, maka masyarakat harus mematuhi dan melaksanakan protokol tersebut. 

Karena mematuhi himbauan demi keselamatan yang di keluarkan oleh pemerintah  atau pemimpin juga bagian dari perintah Allah SWT yang termaktub dalam surat  Annisa Ayat 59 “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan kepada para pemimpin di antara kamu.

“Protokol kesehatan yang di keluarkan oleh pemerintah untuk keselematan kita dalam menghadapi musibah corona ini adalah ikhtiar yang dilakukan oleh pemerintah maka kita harus mematuhi karena sesuai dengan perintah Allah SWT agar kita mengikuti dan mematui pemerintah atau  Pemimpin” Kata Teuku Raja Keumangan.

Selain mengajak Jamaah untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam menghadapi Covid -19 ini, ia berharap agar seluruh jamaah Tharekat Syathariah  Abu Habib Muda Seunagan untuk dapat menghargai kaum muslimin yang masih berpuasa, dengan tidak makan dan minum di sembarang tempat.

“Sebagaimana kita ketahui masih ada saudara kita yang masih berpuasa pada hari ini, maka mari kita tetap menghargai dengan tidak makan dan minum sembarangan tempat” KatanyaTeuku Raja Keumangan juga berharap, Meskipun adanya perbedaan dalam merayakan Idul Fitri, ia berharap perbedaan ini semakin mempersatukan umat muslim di Aceh dan Tanah Air, dalam keberagaman kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Semoga perbedaan yang ada ini akan mempersatukan umat muslim di Aceh dan Tanah Air dalam keberagaman kehidupan berbangsa dan bernegara” Ungkapnya.

Usai Shalat Idul Fitri, sinar matahari mulai terasa, mendung pun pelan pelan bergeser. Anak anak berlarian bercanda dengan sesamanya. Para jamaah pria saling bersalaman begitu juga jamaah perempuan di barisan belakang. Terlihat wajah para jamaah berseri karena telah menyempurnakan ibadah ramadhan dengan melaksanakan shalat Idul Fitri.

Di tengah perbedaan yang ada dan musibah yang sedang dihadapai oleh dunia akibat virus corona,kita semua harus terus bergandengan tangan,  agar semua kita mendapatkan keberkahan Ilahi Rabbi.







Share on Google Plus

Tentang Kami | Pedoman Media Siber Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2019. Aceh Info