Seperti Apa Perayaan Maulid Nabi SAW di Berbagai Negara?

Acehinfo- Peringatan hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabi'ul Awwal disambut dengan sukacita oleh umat Muslim di berbagai dunia. Hampir 1.450 tahun pasca kelahirannya, umat Muslim merayakannya hingga saat ini dengan semangat agama dan sesuai adat istiadat serta tradisi di berbagai daerah masing-masing.

Dilansir di Gulf Today, Rabu (21/11), di Kurdistan Irak, ditandai dengan tarian kaum Sufi yang mengibas-ibaskan rambut mereka dengan iringan irama. Di Libya, anak-anak menerima mainan saat hari Maulid Nabi SAW.

Di kota Benghazi, Libya, perayaan Maulid telah berlangsung sejak Senin malam. Anak-anak di sana membongkar pakaian dan mainan plastik yang baru di bawah lampu warna-warni. Sementara bangunan-bangunan di sekitar mereka ditandai dengan bentuk luka melingkar atau lubang dan kawah. Bekas luka itu pertanda selama tahun-tahun kekerasan sejak digulingkannya Muammar Qadhafi pada 2011.

Di Mesir, toko permen menyiapkan pengantin Maulid' tradisional. Pengantin itu berupa sebuah patung yang terbuat dari pasta bergula yang dibentuk seperti pengantin mengenakan rok kertas. Permen itu tampak berkilauan dan dihiasi bunga-bunga kain.

Menurut tradisi, boneka-boneka itu harus ditawarkan oleh laki-laki muda ke tunangan mereka. Pemnberian itu dilakukan bersama dengan permen tradisional lainnya yang terbuat dari buah kering, kacang dan nougat.

Sedangkan di kota Akra di Irak utara, ritual sufi lebih diutamakan. Laki-laki mengenakan celana longgar, jaket yang serasi dan ikat pinggang melingkar, berdiri di sebuah garis dan bentuk setengah lingkaran untuk melakukan zikir atau doa keagamaan. Sambil mengikuti ketukan irama yang stabil dari sebuah drum yang dipukul serta intonasi doa, mereka mengibaskan rambut panjangnya yang bergelombang ke depan dan belakang.

Selasa adalah hari libur di Irak. Ketika kelompok Daesh merebut kota Mosul di Irak pada 2014, mereka melarang merayakan kelahiran nabi. Kemudian, Mosul direbut kembali dari Daesh pada musim panas 2017. Tahun ini, Kota Tua yang masih dirusak itu masih hidup dengan orang-orang menandai Maulid Nabi SAW. Piringan besar berisi kue kurma diedarkan di sekitar rumah sederhana dan doa-doa tradisional dinyanyikan di seluruh kota.

Beberapa ribu kilometer jauhnya di Pakistan, masjid-masjid diterangi dengan barisan cahaya untuk merayakan maulid. Sementara di Maroko, hari itu biasanya bisa disaksikan raja memberikan amnesti yang besar.

(Tulisan ini sebagaimana telah tayang di https://republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/11/21/pijhdi384-seperti-apa-perayaan-maulid-nabi-saw-di-berbagai-negara.)

Share on Google Plus

Tentang Kami | Pedoman Media Siber Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2019. Aceh Info