www.acehtourism.com
Home Profil Menuju NAD Jadwal Transportasi Imigrasi Gallery Kontak Buku Tamu
Select Language
   
Kota & Kabupaten
Kota Banda Aceh
Kota Sabang
Aceh Besar
Pidie
Aceh Jeumpa
Aceh Utara
Kota Lhokseumawe
Aceh Timur
Kota Langsa
Aceh Tamiang
Bener Meriah
Aceh Tengah
Gayo Lues
Aceh Tenggara
Aceh Jaya
Aceh Barat
Nagan Raya
Aceh Barat Daya
Aceh Selatan
Simeulue
Aceh Singkil
 
   
  Best viewed with:
  » Internet Explorer 5+
» 1024 x 768 Resolution
» Java Script Enabled
 
 
 
» P R O F I L


Matee Aneuk Meupat Jeurat
Gadoh Adat Pat Tamita

Kupiah Meukeutop

Bagi masyarakat Aceh, ungkapan di atas bukan suatu hal yang asing. Ungkapan tersebut merupakan wujud kesadaran masyarakat akan pentingnya adat-istiadat dalam kehidupan sehari-hari. Adat-istiadat telah memberikan sumbangan yang tidak ternilai harganya terhadap kelangsungan kehidupan sosial budaya masyarakat di Aceh. Bahkan adat telah mendapat tempat yang istimewa dalam perilaku sosial dan agama di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Hal ini dibuktikan dengan ungkapan "Hukom ngon Adat Hanjeuet cre Lagee zat Ngon Sifeuet" yang berarti hukum (syariat Islam) dengan adat terjalin erat seperti zat dengan sifat.

Aceh merupakan salah satu daerah di Nusantara yang masyarakatnya bersifat multietnis. Di daerah ini terdapat 8 sub etnis yaitu Aceh, Alas, Aneuk Jamee, Gayo, Kluet, Simeulu, Singkil, dan Tamiang. Kedelapan sub etnis tersebut mempunyai sejarah asal usul dan budaya yang sangat berbeda antar satu sub etnis dengan sub etnis lainnya. Sehingga, pada akhirnya budaya yang ada di Aceh sangat kaya. Misalnya menurut sejarahnya, sub etnis Aneuk Jamee merupakan pendatang yang berasal Sumatra Barat (etnis Minangkabau), sehingga budaya sub etnis Aneuk Jamee mempunyai kemiripan dengan budaya etnis Minangkabau.

Bagi masyarakat Aceh, seperti juga masyarakat Indonesia di belahan Nusantara, mempunyai budaya yang membedakan dengan masyarakat lainnya. Budaya tersebut telah menjadi bagian dan dipraktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mengajarkan kepada anak-cucu mereka, sehingga diharapkan dapat menjadi penerus dan pemelihara keberadaan budayanya.
Akan tetapi, kehidupan terus berputar. Masyarakat terus berkembang.
Demikian pula budaya terus mengikuti perkembangan masyarakat itu sendiri karena budaya bukan suatu yang statis sifatnya. Mensikapi masalah tersebut kita tidak perlu gamang menerima suatu yang baru yang berasal dari luar, tetapi juga kita harus selektif. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam adalah penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Aceh IV. Semoga budaya Aceh tetap jaya.

 
   
Jumlah Wisatawan
 
Domestik 000
Mancanegara 000
 
C u a c a
Banda Aceh 27 °C
Jakarta 27 °C
Bandung 28 °C
Surabaya 38 °C
K u r s
 
Amerika 8,658
Euro 9,717
Inggris 13,883
Jepang 73
 
P o l l i n g
 
Info apakah yang sering Anda cari di situs ini?