Matee Aneuk Meupat Jeurat
Gadoh Adat Pat Tamita
 |
Bagi masyarakat Aceh, ungkapan di atas
bukan suatu hal yang asing. Ungkapan tersebut
merupakan wujud kesadaran masyarakat akan
pentingnya adat-istiadat dalam kehidupan
sehari-hari. Adat-istiadat telah memberikan
sumbangan yang tidak ternilai harganya
terhadap kelangsungan kehidupan sosial
budaya masyarakat di Aceh. Bahkan adat
telah mendapat tempat yang istimewa dalam
perilaku sosial dan agama di Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam. Hal ini dibuktikan
dengan ungkapan "Hukom ngon Adat
Hanjeuet cre Lagee zat Ngon Sifeuet"
yang berarti hukum (syariat Islam) dengan
adat terjalin erat seperti zat dengan
sifat.
Aceh merupakan salah satu daerah di Nusantara
yang masyarakatnya bersifat multietnis.
Di daerah ini terdapat 8 sub etnis yaitu
Aceh, Alas, Aneuk Jamee, Gayo, Kluet,
Simeulu, Singkil, dan Tamiang. Kedelapan
sub etnis tersebut mempunyai sejarah asal
usul dan budaya yang sangat berbeda antar
satu sub etnis dengan sub etnis lainnya.
Sehingga, pada akhirnya budaya yang ada
di Aceh sangat kaya. Misalnya menurut
sejarahnya, sub etnis Aneuk Jamee merupakan
pendatang yang berasal Sumatra Barat (etnis
Minangkabau), sehingga budaya sub etnis
Aneuk Jamee mempunyai kemiripan dengan
budaya etnis Minangkabau.
Bagi masyarakat Aceh, seperti juga masyarakat
Indonesia di belahan Nusantara, mempunyai
budaya yang membedakan dengan masyarakat
lainnya. Budaya tersebut telah menjadi
bagian dan dipraktikannya dalam kehidupan
sehari-hari. Mereka mengajarkan kepada
anak-cucu mereka, sehingga diharapkan
dapat menjadi penerus dan pemelihara keberadaan
budayanya.
Akan tetapi, kehidupan terus berputar.
Masyarakat terus berkembang.
Demikian pula budaya terus mengikuti perkembangan
masyarakat itu sendiri karena budaya bukan
suatu yang statis sifatnya. Mensikapi
masalah tersebut kita tidak perlu gamang
menerima suatu yang baru yang berasal
dari luar, tetapi juga kita harus selektif.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah
daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
adalah penyelenggaraan Pekan Kebudayaan
Aceh IV. Semoga budaya Aceh tetap jaya.
|